Jerman Wajibkan Izin Militer bagi Pria yang Ingin Tinggal di Luar Negeri Lebih dari Tiga Bulan

- Senin, 06 April 2026 | 17:30 WIB
Jerman Wajibkan Izin Militer bagi Pria yang Ingin Tinggal di Luar Negeri Lebih dari Tiga Bulan

Awal 2026 nanti, Jerman punya aturan baru soal dinas militer. Targetnya jelas: memperkuat Bundeswehr, angkatan bersenjatanya. Ini semua terjadi di tengah situasi Eropa yang mencekam pasca invasi Rusia ke Ukraina. Ancaman keamanan nyata, dan Jerman merasa perlu bersiap.

Tak pelak, undang-undang ini langsung memicu gelombang protes. Banyak warga geram. Kekhawatiran terbesar? Jangan-jangan ini jadi jalan pintas untuk menghidupkan lagi wajib militer bagi pria, yang sudah dihentikan sejak 2011 lalu.

Tapi, di balik keributan soal wajib militer itu, ada satu pasal lain yang nyaris luput dari perhatian. Pasal ini justru bisa berdampak langsung pada rencana banyak anak muda.

Intinya, pria Jerman berusia 18 sampai 45 tahun sekarang wajib minta izin dulu ke Pusat Karier Bundeswehr jika mau tinggal di luar negeri lebih dari tiga bulan. Mau kuliah satu semester di Spanyol, kerja di Singapura, atau sekadar backpacking keliling Asia? Aturan ini tetap berlaku. Media Frankfurter Rundschau yang pertama melaporkannya awal April lalu menyebut, tidak ada pengecualian.

Lalu, apa kata pihak militer sendiri?

Seorang juru bicara Bundeswehr membenarkan laporan itu ke kantor berita DPA. Alasannya sederhana: dalam situasi perang, militer harus tahu berapa banyak pria yang sebenarnya tinggal di luar negeri dalam jangka panjang.

Meski terdengar ketat, si juru bicara memberi penjelasan yang agak meredakan.

"Karena dinas militer dalam hukum saat ini sepenuhnya bersifat sukarela, izin seperti ini pada umumnya harus diberikan," ujarnya.

Dia menegaskan, selama tidak ada jadwal dinas militer tertentu yang bentrok, pusat karier itu justru diwajibkan untuk menerbitkan izinnya.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Jerman mengakui revisi UU ini punya dampak yang "mendalam". Mereka sedang menyusun aturan teknis untuk pengecualian izin keluar negeri ini. Yang masih jadi tanda tanya besar: apa konsekuensinya kalau ada yang nekat pergi tanpa izin?

Ditanya soal sanksi, juru bicara kementerian malah bilang aturan ini "sebenarnya sudah ada sejak era Perang Dingin". Menurutnya, aturan ini "tidak memiliki relevansi praktis" dan yang penting, "tidak ada sanksi bagi pelanggarnya."

Lalu, seperti apa sih UU baru ini secara keseluruhan?

UU yang resmi bernama Military Service Modernization Act ini mulai berlaku 1 Januari lalu. Ambisinya besar: mendongkrak jumlah tentara aktif dari sekitar 180.000 personel sekarang menjadi 260.000 pada 2035. Untuk mencapainya, berbagai langkah disiapkan.

Koalisi pemerintahan Kanselir Friedrich Merz sempat panas memperdebatkan wajib militer. Setelah perundingan alot, mereka sepakat kompromi: untuk sementara, dinas militer tetap sukarela. Tapi, ada beberapa perubahan signifikan yang mulai berlaku.

Mulai tahun ini, semua pria yang menginjak usia 18 tahun wajib mengisi formulir panjang. Isinya seputar pendidikan, kondisi kesehatan, dan yang paling sensitif: kesediaan untuk bertugas. Untuk perempuan, pengisian formulir ini sifatnya sukarela, karena konstitusi tidak memaksa mereka.

Dan ini yang bikin banyak orang mengernyit: mulai pertengahan 2027, semua pria 18 tahun juga wajib ikut tes kebugaran. Tujuannya untuk memetakan siapa saja yang bisa direkrut jika perang benar-benar terjadi. Banyak pengamat melihat ini sebagai langkah pertama yang berbahaya, sebuah batu loncatan menuju wajib militer penuh di masa depan.

Nuansa Perang Dingin sepertinya memang kembali. Hanya waktunya saja yang berbeda.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar