Percakapan serius antara Trian dan Andra di rumah itu benar-benar memicu segalanya. Mereka membahas kasus Herlina, dan suasana pun langsung berubah. Lalu, Andra melontarkan pertanyaan yang menusuk. Sebuah pertanyaan yang mungkin sudah lama ingin dia keluarkan.
"Kalau Mama terbukti bersalah, apa kamu masih mau anggap aku adik?"
Trian terdiam. Sepi yang panjang. Di depannya ada dua pilihan yang sama-sama berat: ikatan darah atau keharusan untuk mencari kebenaran. Dia seperti terjepit.
Sementara itu, di tempat lain, Trian juga menyempatkan diri ke rumah sakit. Dia menjenguk Cahyadi. Pertemuan mereka penuh dengan emosi yang tertahan. Cahyadi, dengan suara lemah, mengakui segala kekurangannya.
"Ayah minta maaf. Selama ini, Ayah belum bisa jadi ayah yang baik untukmu."
Tapi, momen paling menegangkan justru terjadi di ruang tahanan. Saat Trian akhirnya bertemu Herlina. Dan reaksinya? Sangat berbeda dari yang dibayangkan. Bukannya menyesal, wanita itu malah meledak. Amarahnya memenuhi ruangan.
"Kamu itu nggak tahu diri! Ingat, siapa yang sudah membesarkan kamu? Saya!" hardik Herlina tanpa sisa kasih sayang.
Namun, kali ini Trian sudah siap. Dia tidak lagi diam. Semua fakta pahit yang dipendamnya selama ini akhirnya dia ungkap. Trian menuduh Herlina sebagai dalang utama. Dialah yang merusak hubungannya dengan Cahyadi, dan juga penyebab semua penderitaan yang dia dan Adila alami.
Pengakuan itu bagai bom waktu. Sekali meledak, bisa menghancurkan semua ikatan keluarga yang tersisa.
Lantas, apa yang terjadi selanjutnya? Akankah semua rahasia akhirnya terbongkar? Dan bagaimana nasib hubungan Trian dengan orang-orang di sekitarnya? Ikuti terus kisahnya di "Beri Cinta Waktu".
Artikel Terkait
Pemuda 19 Tahun Tersangka Pembunuh Siswi SD di Makassar Coba Kelabui Polisi dengan Pura-pura Ribut saat Olah TKP
GEMURA Kritik Perdebatan Bantuan Kurban Presiden, Minta Publik Jaga Etika Demokrasi
Prabowo ke Macron: Stabilitas Timur Tengah Kunci Energi Global, Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Prabowo Disambut Kenegaraan di Élysée, Penuhi Undangan Balasan untuk Macron