Di usia 31 tahun, Yuran Fernandes memasuki babak baru kariernya dengan satu ambisi besar: kembali mengangkat trofi liga. Setelah empat musim menjadi tembok kokoh sekaligus mesin gol tak biasa di lini belakang PSM Makassar, bek asal Cape Verde itu dikabarkan resmi mencapai kesepakatan dengan Persebaya Surabaya untuk menyambut Super League 2026/2027.
Transfer itu bukan sekadar perpindahan pemain biasa. Di balik kepindahannya, tersimpan cerita tentang kegagalan, ambisi, dan keinginan menciptakan sejarah baru.
Yuran datang ke Surabaya dengan reputasi yang tidak dimiliki banyak bek tengah di Indonesia. Dalam 133 pertandingan bersama PSM Makassar, ia mencetak 21 gol dan sembilan assist sebuah statistik yang lebih lazim dimiliki gelandang serang ketimbang seorang bek tengah. Posturnya yang menjulang hingga 1,98 meter membuatnya menjadi ancaman mematikan saat situasi bola mati. Namun keunggulan Yuran tidak berhenti pada duel udara. Ia juga dikenal agresif, nyaman bermain dengan garis pertahanan tinggi, serta memiliki kemampuan distribusi bola yang rapi dari kaki kiri dominannya.
Tak heran jika kehadirannya dianggap sebagai bagian penting dari proyek baru Persebaya di era pelatih Bernardo Tavares. Hubungan keduanya bukan hal baru. Bernardo dan Yuran pernah membangun chemistry kuat bersama di PSM Makassar dan menjadi bagian penting saat Juku Eja menjuarai Liga 1 musim 2022/2023. Karena itu, reuni di Surabaya terasa seperti potongan puzzle yang kembali disatukan.
Bagi Bernardo Tavares, Yuran bukan sekadar pemain bertahan. Ia adalah sosok yang memahami filosofi permainan agresif, pressing tinggi, dan duel intens sepanjang pertandingan karakter yang selama ini menjadi identitas pelatih asal Portugal tersebut. Kehadiran Yuran juga diyakini menjadi jawaban atas kebutuhan Persebaya terhadap pemimpin baru di jantung pertahanan. Apalagi, Green Force sedang melakukan perubahan besar dalam komposisi skuad setelah musim lalu gagal memenuhi ekspektasi perebutan gelar.
Namun di balik semua statistik impresif itu, ada cerita lain yang ikut membentuk mentalitas Yuran Fernandes musim ini. Bek timnas Cape Verde tersebut baru saja menelan kekecewaan besar di level internasional. Mimpi membela negaranya di Piala Dunia harus pupus setelah Cape Verde gagal melangkah lebih jauh dalam babak kualifikasi. Kegagalan itu menjadi pukulan berat bagi generasi emas sepak bola negara kecil di Afrika Barat tersebut.
Bagi Yuran, kegagalan itu menjadi bahan bakar baru. Kini, fokusnya tertuju sepenuhnya pada level klub. Ia ingin mengulang memori indah seperti saat membawa PSM Makassar meraih gelar juara. Surabaya menjadi panggung baru untuk mengejar mimpi itu.
Meski dikenal sebagai bek haus gol, Yuran ternyata bukan tipe pemain yang terobsesi pada pencapaian individu. Dalam berbagai kesempatan saat masih berseragam PSM, ia selalu menegaskan bahwa kemenangan tim jauh lebih penting dibanding jumlah gol yang dicetaknya.
“Saya senang jika mencetak gol. Tapi saya lebih senang jika tim bisa menang. Karena kami datang untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Kalimat itu menggambarkan karakter Yuran secara utuh: keras di lapangan, tetapi memiliki orientasi kolektif yang kuat. Ia tidak bermain demi sorotan statistik, melainkan demi kemenangan tim. Mentalitas seperti itulah yang membuat Persebaya melihatnya sebagai sosok ideal untuk membangun skuad kompetitif musim depan.
Secara keseluruhan, Yuran Fernandes sudah memainkan 164 pertandingan sepanjang karier profesionalnya. Dari jumlah itu, ia mencetak 27 gol sebagai pemain bertahan. Catatan tersebut tersebar saat membela beberapa klub Portugal seperti S.C.U. Torreense, C.F. Estrela da Amadora, dan Pinhalnovense sebelum akhirnya bersinar di Indonesia. Namun pencapaian terbaiknya tetap lahir bersama PSM Makassar. Di klub itulah namanya tumbuh menjadi salah satu bek asing paling dominan dalam sejarah kompetisi Indonesia.
Selama empat musim di Makassar, Yuran bukan hanya menjadi benteng pertahanan, tetapi juga simbol semangat bertarung PSM. Ia tampil tanpa kompromi, kuat dalam duel, dan kerap menjadi pembeda di pertandingan penting. Catatan 28 kartu kuning, satu kartu kuning kedua, dan dua kartu merah menunjukkan betapa agresif gaya bermainnya. Namun justru karakter itulah yang membuatnya disukai banyak pelatih.
Kini, tantangan baru menantinya di Surabaya. Persebaya tentu berharap Yuran bisa membawa pengalaman juara dan mental pemenang ke ruang ganti Green Force. Di sisi lain, para lawan juga dipastikan mulai waspada. Sebab Persebaya bukan hanya mendapatkan bek tangguh, tetapi juga senjata tambahan dalam situasi bola mati.
Jika chemistry bersama Bernardo Tavares kembali terbangun seperti di Makassar, bukan tidak mungkin Yuran Fernandes kembali menjelma menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di Super League musim depan. Dan bagi Yuran sendiri, musim 2026/2027 bukan sekadar soal adaptasi di klub baru. Ini tentang membuktikan bahwa kegagalan bersama tim nasional tidak menghentikan ambisinya untuk terus mencetak sejarah. Ia pernah mengangkat trofi bersama PSM Makassar. Kini, ia ingin mengulang cerita itu dengan warna yang berbeda di Kota Pahlawan.
Artikel Terkait
Garudayaksa FC Dikabarkan Buru Pratama Arhan dan Witan Sulaeman, Siap Gempur Dominasi Super League
PSM Makassar Segera Tunjuk Pelatih Asing Baru sebagai Langkah Awal Bangkit dari Dasar Klasemen
Persebaya Mulai Bangun Era Baru, Yuran Fernandes Jadi Rekrutan Perdana Bernardo Tavares
Marc Marquez Dinyatakan Bugar untuk MotoGP Italia, Tapi Nasibnya di Balapan Penuh Ditentukan Tes Medis Lanjutan