Pemuda 19 Tahun Tersangka Pembunuh Siswi SD di Makassar Coba Kelabui Polisi dengan Pura-pura Ribut saat Olah TKP

- Kamis, 28 Mei 2026 | 22:35 WIB
Pemuda 19 Tahun Tersangka Pembunuh Siswi SD di Makassar Coba Kelabui Polisi dengan Pura-pura Ribut saat Olah TKP

Upaya seorang pemuda berusia 19 tahun, yang menjadi tersangka pembunuhan seorang siswi SD berusia 12 tahun, untuk mengelabui aparat kepolisian akhirnya terbongkar. Tersangka berinisial IK itu sempat berpura-pura membuat keributan di lokasi kejadian demi mengalihkan perhatian petugas yang tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Peristiwa tragis ini bermula pada Selasa malam, 26 Mei 2026, ketika pelaku menyeret korban ke dalam sebuah rumah kosong di kawasan Tallo, Makassar. Di lokasi tersebut, IK membekap mulut korban dengan kain. Tidak hanya itu, ia juga menekan dada korban dengan keras hingga korban kehilangan kesadaran.

“Kan korban dibekap ya, dia menutup dengan kain. Di situ dadanya ditekan gitu ya, dan sempat terbentur kepalanya, sedangkan tidak sadar, lalu dalam keadaan masih hidup gitu ya, di apa namanya (korban diperkosa),” ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana.

Keesokan harinya, pada Rabu, 27 Mei, warga menemukan jenazah korban dalam kondisi mengenaskan. Korban ditemukan tanpa busana dan bagian kepalanya tertimpa televisi rusak di dalam rumah kosong tersebut. Pelaku kemudian berhasil ditangkap oleh polisi tidak jauh dari lokasi kejadian.

Saat aparat sedang melakukan penyelidikan di sekitar TKP, mereka dikejutkan oleh keributan yang terjadi. Ternyata, keributan itu sengaja diciptakan oleh IK. Pelaku berupaya mengganggu proses olah TKP yang tengah berlangsung dengan harapan konsentrasi polisi terpecah.

“Saat lagi olah TKP ternyata ada yang ribut-ribut di sana, yang ribut-ribut ini ternyata pelaku,” kata Arya.

Menurut penjelasan Kombes Arya Perdana, pelaku sengaja memicu kegaduhan dengan tujuan agar aparat hanya menangkapnya atas kasus pengancaman menggunakan senjata tajam, bukan kasus pembunuhan. “Dia buat keributan mengejar warga, anak-anak di sana pakai parang, ternyata dia pelakunya. Mungkin mengalihkan perhatian polisi, dia diamankan karena bawa parang, berusaha mengecoh,” ucapnya.

Sementara itu, diketahui bahwa sehari-hari IK bekerja sebagai buruh angkut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere. Selama tinggal di kawasan tersebut, pelaku menumpang di kediaman kerabatnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar