GEMURA Kritik Perdebatan Bantuan Kurban Presiden, Minta Publik Jaga Etika Demokrasi

- Kamis, 28 Mei 2026 | 22:30 WIB
GEMURA Kritik Perdebatan Bantuan Kurban Presiden, Minta Publik Jaga Etika Demokrasi

Polemik yang terus bergulir di ruang publik terkait penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bantuan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto melalui program Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres) mendapat sorotan dari Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda untuk Rakyat (DPP GEMURA). Organisasi ini menyayangkan perdebatan yang dinilai telah melampaui batas proporsional dan berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat.

Koordinator Presidium DPP GEMURA, Rajih Musa'ad, menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik disampaikan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan data, argumentasi hukum, serta etika publik yang sehat.

“Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengawasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Akan tetapi, kritik juga harus dibangun di atas fakta dan argumentasi yang objektif, bukan sekadar untuk menciptakan kegaduhan atau membangun persepsi negatif di tengah masyarakat,” ujar Rajih dalam pernyataannya, Kamis (28/5).

Menurut Rajih, bantuan hewan kurban presiden merupakan program yang dijalankan melalui mekanisme negara dan telah dianggarkan secara resmi. Oleh karena itu, ia menilai perdebatan yang berkembang seharusnya tidak diarahkan pada upaya membenturkan nilai keagamaan dengan kebijakan sosial yang bertujuan membantu masyarakat.

“Kalau ada perbedaan pandangan, silakan disampaikan melalui jalur yang tepat dan berdasarkan argumentasi yang kuat. Namun, jangan sampai momentum Iduladha yang seharusnya menghadirkan suasana kebersamaan justru dipenuhi narasi saling menyerang dan memperuncing perbedaan,” katanya.

Rajih menekankan bahwa Iduladha merupakan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama, serta semangat persatuan di tengah berbagai perbedaan pandangan politik yang ada di masyarakat. Ia mengajak semua pihak untuk mengedepankan nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian yang diajarkan dalam perayaan tersebut.

“Iduladha mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai itu yang seharusnya kita kedepankan. Jangan sampai perbedaan pilihan politik membuat kita kehilangan rasa persaudaraan, akal sehat, dan komitmen menjaga persatuan bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, DPP GEMURA turut melaksanakan kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah. Sebanyak satu ekor sapi dan dua ekor kambing disalurkan kepada masyarakat dan lingkungan sekitar dengan melibatkan kader serta relawan organisasi.

DPP GEMURA mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kondusivitas nasional, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun budaya demokrasi yang sehat, dewasa, dan berorientasi pada persatuan bangsa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar