Saham ESIP Melonjak 25%, Ini Profil Emiten Kemasan Plastik

- Senin, 06 April 2026 | 17:15 WIB
Saham ESIP Melonjak 25%, Ini Profil Emiten Kemasan Plastik

Senin lalu, pasar saham cukup ramai dengan satu nama: ESIP. Saham PT Sinergi Inti Plastindo Tbk itu melesat jadi top gainer, dengan kenaikan fantastis lebih dari 25 persen di penutupan perdagangan. Banyak yang langsung bertanya-tanya, sebenarnya perusahaan ini bergerak di bidang apa sih?

Jawabannya ada di plastik. Tepatnya, kemasan plastik. ESIP tercatat di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten barang baku, dengan fokus utama pada produksi dan distribusi produk kemasan plastik. Perusahaan yang berdiri sejak 2001 ini sudah lama berkecimpung di bisnis ini, melayani pasar domestik hingga ekspor.

Kalau ditanya produknya apa saja, ESIP punya beberapa jenis andalan. Mereka memproduksi plastik kemasan berbahan HDPE dan LLDPE/LDPE. HDPE itu biasanya untuk kemasan barang atau makanan kering. Sementara LDPE lebih sering dipakai untuk membungkus bahan makanan basah dan cair.

Tak cuma itu, mereka juga produksi PVC cling wrap plastik pembungkus makanan yang aman dan security sealed bag, yaitu kantong plastik yang dilengkapi klip pengaman.

Untuk menopang operasinya, ESIP mengandalkan dua pabrik. Satu berlokasi di Jakarta, satunya lagi di Tigaraksa, Tangerang. Dari sana, distribusi mereka menjangkau berbagai wilayah, mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, sampai Sulawesi.

Lalu, siapa yang pegang kendali perusahaan ini?

Berdasarkan data bursa per Maret 2026, struktur kepemilikannya cukup jelas. Eric Budisetio memegang kendali dengan kepemilikan sekitar 31,92 persen saham. Pemegang saham mayoritas berikutnya adalah PT Tanindo Omega Pasifik, dengan porsi yang nyaris sama, yaitu 31,93 persen. Sisa sahamnya, sekitar 36 persen, beredar di tangan publik.

Yang menarik, penerima manfaat akhir dari kepemilikan ini tetaplah Eric Budisetio Kurniawan, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama perusahaan. Dia mengendalikannya melalui PT Tanindo Omega Pasifik dan Sinergi Inti Plastindo itu sendiri.

ESIP sendiri sudah go public sejak November 2019. Kala itu, mereka melepas 190 juta saham dengan harga penawaran Rp163 per lembar. Hasilnya? Dana segar sekitar Rp30,97 miliar berhasil dihimpun dari penawaran perdana tersebut.

Jadi, itulah profil singkat ESIP. Intinya, mereka adalah pemain lama di industri kemasan plastik yang kinerja sahamnya patut diperhatikan.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar