Bank Mandiri kembali menunjukkan komitmennya pada pembangunan negeri. Hingga Februari tahun ini, bank pelat merah itu telah menyalurkan kredit infrastruktur senilai Rp491,63 triliun. Angkanya cukup mencengangkan, karena tumbuh hampir 31% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Lonjakan ini jelas bukan tanpa alasan. Pemerintah memang gencar mendorong proyek-proyek infrastruktur, dan Bank Mandiri tampaknya tak mau ketinggalan momentum. Mereka melihat ini sebagai fondasi penting.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan lebih detail.
"Kami yakin, pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah ini akan memperkuat konektivitas," ujarnya dalam sebuah keterangan tertulis, Selasa lalu. "Pada akhirnya, ini akan menggerakkan ekonomi kerakyatan, membuka lapangan usaha, dan menciptakan kesejahteraan yang lebih merata."
Dana segar itu mengalir ke berbagai sektor vital. Mulai dari transportasi, jalan raya, energi baik terbarukan maupun migas hingga ketenagalistrikan. Tak lupa juga perumahan rakyat, telematika, fasilitas perkotaan, dan konstruksi. Proyeknya beragam, dari pembangunan pelabuhan, jalan tol, sampai jaringan kereta api yang diharapkan bisa mendongkrak efisiensi ekonomi nasional.
Nah, kalau dirinci, subsektor transportasi masih jadi yang terbesar dalam portofolio mereka. Nilainya tembus Rp118,03 triliun per Februari, tumbuh 18,45% year-on-year.
Artikel Terkait
Anggaran Infrastruktur Berbasis Masyarakat Ditargetkan Rp5,48 Triliun pada 2026
Polisi Ungkap Modus Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Rugikan Negara Rp1,2 Triliun
Mister Aladin Tawarkan Tiket Jakarta-Bangkok Rp 4,3 Jutaan untuk Akhir Mei 2026
Zaskia Adya Mecca dan Tim Hadapi Sidang Kosong, Jadwal Kasus Pemukulan Kembali Tak Jelas