AMPI Salurkan Daging Kurban ke Warga Jakarta, Wujud Kepedulian Sosial Pemuda

- Kamis, 28 Mei 2026 | 03:00 WIB
AMPI Salurkan Daging Kurban ke Warga Jakarta, Wujud Kepedulian Sosial Pemuda

Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi ajang bagi Dewan Pimpinan Pusat Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (DPP AMPI) untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya di kalangan generasi muda. Organisasi ini tidak hanya sekadar merayakan, tetapi juga menghadirkan aksi nyata melalui program kurban yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Melalui AMPI Media Center, organisasi ini menyembelih seekor sapi kurban dan menyalurkan ratusan kilogram dagingnya kepada warga di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Pembagian daging kurban itu dilakukan secara langsung agar manfaatnya dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan, terutama di tengah tekanan ekonomi yang masih melanda sebagian masyarakat.

Ketua Umum DPP AMPI Jerry Sambuaga menuturkan, kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari warga Jakarta yang tinggal di sekitar lingkungan AMPI Media Center. Menurutnya, aksi sosial ini merupakan wujud nyata kontribusi pemuda dalam merawat kebersamaan di tengah masyarakat.

"Kegiatan ini mengusung tema berbagi kebaikan dan menguatkan kebersamaan secara humanis sebagai wujud nyata kontribusi pemuda dalam merawat kebersamaan di tengah masyarakat," ujar Jerry dalam siaran pers, Rabu (27/5/2026).

Dia menegaskan, penyelenggaraan kurban tahun ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan organisasi untuk selalu hadir di lini terdepan rakyat. Jerry juga menyebut bahwa kegiatan sosial tersebut sejalan dengan arah baru Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia yang kini semakin akrab dengan generasi muda.

"Kegiatan sosial dalam rangka merayakan Idul Adha ini kami lakukan rutin setiap tahun. AMPI ingin terus merawat kedekatan dengan masyarakat lewat aksi nyata dan konkret," ungkap dia.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar