Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas: Polisi Periksa Enam Saksi

- Jumat, 02 Januari 2026 | 23:12 WIB
Misteri Kematian Satu Keluarga di Warakas: Polisi Periksa Enam Saksi

Di sebuah gang sempit di Warakas, Tanjung Priok, suasana masih mencekam. Polres Metro Jakarta Utara pun bergerak cepat. Sejak Jumat (2/1) lalu, mereka telah memeriksa sejumlah saksi terkait tragedi satu keluarga di rumah kontrakan itu. Upaya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi terus digenjot.

Kasat Reskrim, AKBP Onkoseno, dalam jumpa persnya mengonfirmasi hal ini. Total, ada enam orang yang sudah dimintai keterangan oleh penyidik. “Empat di antaranya merupakan tetangga korban,” jelasnya. Pemeriksaan terhadap mereka masih berlangsung untuk mengumpulkan informasi.

“Adapun saksi-saksi ada empat orang yang berstatus sebagai tetangga daripada korban, itu saat ini juga sedang kita lakukan pemeriksaan untuk kita ambil keterangannya,” kata Onkoseno.

Tak cuma tetangga, perhatian penyidik juga tertuju pada dua orang lain. Mereka diketahui tinggal satu atap dengan para korban. Menurut Onkoseno, posisi mereka krusial karena berada di sekitar lokasi saat kejadian.

“Adapun dua orang lagi yang memang satu rumah, namun pada saat kejadian yang satu dari keterangan awal baru saja pulang dari bekerja, dan satunya juga berada di rumah tersebut. Dua orang saat ini juga sedang kami mintai keterangan,” ujarnya.

Onkoseno sengaja tak menyebut identitas keduanya. Tapi dari informasi yang beredar, salah satunya adalah anak ketiga keluarga itu, Abdullah Syauqi Jamaludin (23). Ia ditemukan dalam kondisi kritis dan kini masih berjuang di rumah sakit. Yang satunya lagi adalah sang anak kedua, yang disebut-sebut sebagai orang yang menemukan keadaan tak wajar itu sepulang kerja.

Nasib malang ternyata menimpa tiga anggota keluarga lainnya. Mereka ditemukan tak bernyawa di dalam kontrakan itu. Ibu rumah tangga, Siti Solihah (50), bersama anak pertamanya Afiah Al Adilah Jamaludin (28), dan si bungsu Adnan Al Abrar Jamaludin (14), meninggal dunia dengan kondisi yang mengundang tanya. Mulut mereka berbusa, dan ada ruam merah di beberapa bagian tubuh.

Soal ruam merah itu, polisi masih angkat tangan. Belum ada kepastian apa penyebabnya. Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan dokter forensik. Semuanya bergantung pada hasil autopsi itu untuk menguak misteri penyebab kematian yang sesungguhnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar