Iran secara resmi membantah telah mencapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat, sebagaimana diklaim oleh Presiden AS Donald Trump. Melalui pernyataan resmi, Teheran menegaskan bahwa negosiasi masih berlangsung dan belum mencapai titik final.
Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Washington dan Iran dapat menandatangani perjanjian damai paling cepat akhir pekan ini. Klaim tersebut ia gunakan sebagai alasan untuk menghentikan serangan terhadap Iran, setelah kedua negara kembali terlibat saling serang dalam beberapa hari terakhir.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengakui bahwa sebagian isu yang tengah dirundingkan telah menemui titik terang. Namun, ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mengompromikan tuntutan utamanya.
“Kami belum mencapai kesimpulan akhir mengenai masalah ini,” ujar Baghaei dalam pernyataannya.
“Ini adalah masalah yang sangat penting yang saat ini sedang ditinjau oleh badan-badan pembuat keputusan yang relevan,” lanjutnya.
Konflik bersenjata antara Iran dan AS telah berlangsung selama tiga bulan terakhir. Perang ini tidak hanya menewaskan ribuan orang, tetapi juga mendorong lonjakan harga energi global. Meskipun kedua pihak sempat menyepakati gencatan senjata pada April, negosiasi lanjutan untuk mencapai kesepakatan damai permanen hingga kini masih menemui jalan buntu.
Artikel Terkait
Harga Pangan Nasional Mulai Terkoreksi, Cabai Rawit Hijau Turun Hingga 8,76 Persen
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Serentak di Seluruh Indonesia, Perkuat Kedekatan dengan Warga
Putri Mahkota Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia Setelah Tiga Tahun Koma, Picu Ketidakpastian Suksesi Takhta
Putri Mahkota Thailand Meninggal Dunia Setelah Tiga Tahun Koma Akibat Gangguan Jantung