Bangkit dari Kegagalan, SMAN 2 Nabire Juara LCC Empat Pilar MPR RI Papua Tengah

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Bangkit dari Kegagalan, SMAN 2 Nabire Juara LCC Empat Pilar MPR RI Papua Tengah

Setahun setelah gagal di babak penyisihan, SMA Negeri 2 Nabire akhirnya menorehkan prestasi gemilang dengan menjuarai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua Tengah. Kemenangan ini mengantarkan mereka melaju ke Final Nasional di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada pertengahan Agustus 2026.

Kompetisi yang digelar di Aula Gereja Katolik KSK, Distrik Nabire, Sabtu (2/7/2026) itu mempertemukan sembilan sekolah terbaik hasil seleksi kabupaten/kota. Setiap regu diuji penguasaan materi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pada babak final, SMAN 2 Nabire tampil gemilang dengan mengumpulkan total 125 poin, unggul atas SMA YPPK Adhi Luhur yang meraih 110 poin dan SMAN 1 Nabire dengan 85 poin. Dewan Juri Daerah Ebit Rusali mengumumkan kemenangan ini di hadapan para peserta dan pendukung.

"Dengan demikian, Regu A dari SMA Negeri 2 Nabire keluar sebagai pemenang pada babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Papua Tengah. Selamat kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya," ujar Ebit.

Kegembiraan juga dirasakan oleh regu-regu lain. Perwakilan SMAN 1 Nabire mengaku bersyukur bisa berpartisipasi karena memperoleh banyak pengalaman baru. "Kami mengucapkan terima kasih kepada MPR RI yang telah menyelenggarakan lomba ini sehingga kami dapat menambah wawasan mengenai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami mohon maaf kepada seluruh pendukung karena belum mampu memberikan hasil terbaik. Namun kami percaya, apa yang sudah tertakar tidak akan tertukar," ungkapnya.

Senada, perwakilan SMA YPPK Adhi Luhur menyampaikan rasa syukurnya. "Kami bersyukur dapat berdiri hingga di titik ini. Terima kasih kepada panitia, guru pendamping, dan seluruh peserta. Menang dan kalah hanyalah hasil akhir, tetapi semangat belajar dan pengalaman yang kami peroleh jauh lebih berharga," ujarnya.

Di balik kemenangan SMAN 2 Nabire, ada perjuangan panjang yang diakui oleh guru pendamping, Risiputri Budi Nuradelia. "Tahun lalu kami belum berhasil meraih juara. Namun tahun ini anak-anak tampil luar biasa. Mereka bekerja keras demi mewujudkan impian dapat mewakili Papua Tengah ke tingkat nasional di Jakarta. Bagi kami yang berada di Papua, kesempatan itu merupakan kebanggaan yang sangat besar," tuturnya.

Risiputri mengungkapkan, keterbatasan waktu menjadi tantangan terbesar selama persiapan. "Sebagai guru yang juga seorang ibu dari dua balita, saya bahkan beberapa kali membawa anak-anak ke sekolah agar tetap dapat mendampingi latihan. Bersama Ibu Rani, kami mendampingi mereka hingga sore hari karena melihat semangat belajar yang luar biasa dari anak-anak," katanya.

Kini, intensitas latihan akan ditingkatkan menjadi setiap hari setelah jam sekolah. "Saya sangat optimistis. Tahun lalu kami hanya menjadi penonton setelah gagal di babak penyisihan. Hari ini kami membuktikan bahwa kami mampu menjadi juara tingkat provinsi. Kami akan bekerja lebih keras lagi agar dapat mengharumkan nama Papua Tengah di tingkat nasional," tegasnya.

Lionel Alexander Woraday, salah satu peserta dari SMAN 2 Nabire, menceritakan betapa menguras tenaganya perjuangan menuju gelar juara. "Ada masa ketika kami merasa sangat lelah karena harus belajar secara intensif. Kami bahkan beberapa kali mendapatkan dispensasi dari sekolah agar dapat memperbanyak waktu latihan. Semua itu kami jalani demi memberikan hasil terbaik," ujarnya.

Kini fokus Lionel dan rekan-rekannya tertuju penuh pada ajang Final Nasional di Senayan. "Kalau hari ini kami membawa nama sekolah, keluarga, dan Kabupaten Nabire, maka di tingkat nasional kami membawa nama Provinsi Papua Tengah. Karena itu kami akan mempersiapkan diri jauh lebih maksimal lagi," pungkasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags