Kontak Senjata di Puncak, Tiga Anggota OPM Tewas

- Minggu, 16 Agustus 2026 | 23:42 WIB
Kontak Senjata di Puncak, Tiga Anggota OPM Tewas

Tiga orang terduga anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) tewas dalam kontak senjata dengan prajurit TNI di kawasan hutan Distrik Eral Makawia, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Minggu. Peristiwa itu terjadi saat Satgas TNI melakukan patroli dan menemukan lokasi persembunyian kelompok tersebut.

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menjelaskan bahwa sebelum terjadi baku tembak, prajurit telah mengimbau kelompok tersebut untuk menyerahkan diri. Namun, imbauan itu tidak diindahkan dan mereka justru melepaskan tembakan ke arah aparat.

"Kejadiannya saat kami melakukan patroli, kami mendekati mereka dan melihat mereka, mengimbau mereka untuk menyerahkan diri, tetapi mereka akhirnya justru menembaki kami. Akhirnya kami melakukan tindakan tegas terukur sesuai dengan peraturan yang ada, dan berhasil menewaskan tiga anggota OPM," katanya di Timika, Minggu (16/8).

Menurut Lucky, jasad ketiga orang yang tewas tersebut dibawa kabur oleh anggota kelompok lainnya yang melarikan diri ke dalam hutan. Dalam penyisiran setelah kontak senjata, Satgas TNI mengamankan delapan senjata api beserta amunisi. Senjata-senjata itu diduga akan digunakan untuk mengganggu keamanan menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.

Lucky menegaskan bahwa operasi yang dilakukan personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III selalu berpedoman pada ketentuan dan aturan pelibatan (Rules of Engagement/ROE). Hal ini untuk memastikan setiap tindakan prajurit profesional serta menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia.

Ia juga menegaskan bahwa TNI akan mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap aksi bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat. "Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, Salus Populi Suprema Lex Esto. Untuk itu saya meminta kepada seluruh anggota OPM di mana pun kalian berada segera meletakkan senjata, menyerahkan diri dan bergabung kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari kita bangun Papua untuk mewujudkan Papua yang aman, damai dan sejahtera," ujarnya.

TNI berkomitmen terus menjaga keamanan di wilayah Papua dengan dukungan dan koordinasi bersama unsur pemerintah serta masyarakat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terpopuler