Koops Habema Lumpuhkan Dua Anggota OPM Saat Evakuasi Jasad Warga di Yahukimo

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:50 WIB
Koops Habema Lumpuhkan Dua Anggota OPM Saat Evakuasi Jasad Warga di Yahukimo

Pasukan Koops Habema melumpuhkan dua anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam kontak tembak di wilayah Kali Fis, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Insiden terjadi saat petugas mengevakuasi jasad Teina Alya, warga Papua yang tewas ditembak dan dibuang ke lembah sedalam 50 meter oleh kelompok separatis tersebut.

Pangkoops TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, mengungkapkan bahwa pasukannya diberondong peluru tajam oleh sepuluh anggota OPM Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka. Peristiwa itu berlangsung ketika pasukan hendak menangkap mereka di Kompleks Kali Fis. "Pasukan Koops TNI Habema diberondong peluru tajam oleh 10 anggota OPM Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka saat hendak menangkap mereka di wilayah Kompleks Kali Fis, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).

Beberapa anggota OPM yang mengenakan rompi antipeluru dan memegang senjata api otomatis menghujani pasukan dengan tembakan. Dalam situasi yang membahayakan, pasukan Koops Habema mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak mati dua dari sepuluh anggota OPM tersebut. "Salah satu jasad anggota OPM beserta body vest dan senjata api otomatis miliknya dibawa oleh 8 anggota lainnya dari lokasi pertempuran. Sementara itu, 1 jasad rekan mereka sesama OPM ditinggalkan begitu saja oleh kelompok separatis pimpinan Kopi Tua Heluka tersebut," jelas Yudha.

Setelah situasi aman terkendali, pasukan Koops Habema mengevakuasi jasad Teina Alya dengan teknik rappelling komando. Cara ini memungkinkan personel TNI bergerak cepat turun dan naik dari lembah yang curam. Petugas juga memantau area sekitar untuk mengantisipasi serangan susulan dari OPM, seperti yang terjadi saat evakuasi dua jasad korban sebelumnya.

Jenazah Teina Alya kini telah berada di Rumah Sakit Dekai, Yahukimo, Papua Pegunungan. Rencananya, korban akan dimakamkan secara adat oleh pihak keluarga. Yudha menyampaikan apresiasi atas kerja keras pasukannya. "Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi luar biasa Pasukan Habema yang tak kenal lelah, melangkah lebih dalam ke belantara rimba, menyeberangi sungai, serta menapaki terjal dan curamnya medan dalam operasi evakuasi dan perburuan OPM Kodap XVI Yahukimo pimpinan Kopi Tua Heluka. Sekali lagi terima kasih dan saya bangga dengan kalian," katanya.

Yudha menegaskan pihaknya akan terus menindak tegas pelanggaran hukum di wilayah tersebut. Menurutnya, berbagai peristiwa memilukan, mulai dari intimidasi hingga pembunuhan sadis terhadap tiga warga asli Papua di Yahukimo, merupakan bentuk kejahatan OPM di tanah Papua. "Bersama rakyat Papua, masyarakat, dan umat manusia dunia, TNI akan melawan dan menuntaskan kelompok separatis yang telah menistakan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, agama, budaya, dan adat kita, agar kedamaian, kemakmuran, dan kesejahteraan dapat terwujud serta dirasakan segenap bangsa di Bumi Cenderawasih, tanah suci di ufuk timur NKRI," pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags