Pasukan Koops Habema di bawah kendali Kogabwilhan III mengevakuasi jenazah seorang warga Papua bernama Teina Alya yang tewas setelah ditembak oleh kelompok OPM Kodap XVI Yahukimo. Jenazah diduga dilempar ke lembah curam di pinggir Kali Kolaf oleh pelaku.
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan teknik rappelling oleh Satgas Kospsus Habema karena lokasi berada di medan yang sulit. "Sehingga pasukan Satgas Kospsus Habema di bawah kendali Kogabwilhan III mengevakuasi jasad Almarhum Teina Alya dengan teknik rappelling," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/8).
Jenazah kini telah dibawa ke RS Dekai dan rencananya akan dimakamkan secara adat oleh keluarga. Sejalan dengan proses evakuasi, Satgas TNI menembak mati dua anggota OPM yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Keduanya dilaporkan melawan dan menyerang personel TNI dengan tembakan membabi buta di wilayah Kali Fis, Papua Pegunungan.
"Satgas TNI mengambil tindakan tegas berdasarkan UU serta peraturan yang berlaku, serta Rules of Engagement (ROE) untuk memastikan tindakan yang kami lakukan tetap dan menjunjung tinggi hukum dan HAM," tegas Lucky. Ia menambahkan, "Dua orang anggota OPM meninggal dunia, sementara lainnya melarikan diri ke dalam belantara rimba Papua."
Letjen Lucky mengingatkan bahwa TNI tidak akan ragu mengambil tindakan tegas dalam situasi mendesak, dengan berpedoman pada prinsip Solus Populi Suprema Lex Esto, keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Ia juga mengultimatum seluruh anggota TPNPB-OPM untuk menghentikan aksi kejahatan kemanusiaan, menyerahkan senjata, dan menyerahkan diri ke pos keamanan TNI terdekat sebelum tindakan tegas diambil.
Artikel Terkait
Pegawai BGN Ketahuan Main HP Saat Rapat Daring, Dipindah ke Sulsel
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Program Koperasi Merah Putih di Papua
BGN Kaji Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Daerah Rawan Konflik, Libatkan TNI-Polri
Dua Mahasiswi Tinggalkan Jakarta, Bergabung dengan Ekspedisi Patriot ke Papua