LCC Empat Pilar MPR RI di Papua Tengah: Menanamkan Nilai Kebangsaan pada Generasi Muda

- Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:20 WIB
LCC Empat Pilar MPR RI di Papua Tengah: Menanamkan Nilai Kebangsaan pada Generasi Muda

Anggota MPR RI dari Kelompok DPD Daerah Pemilihan Papua Tengah, Eka Kristina Yeimo, membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Papua Tengah di Aula Gereja Katolik KSK, Distrik Nabire, Nabire, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat kebangsaan dan pemahaman nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika kepada generasi muda.

Dalam sambutannya, Eka menegaskan bahwa LCC bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan booster untuk menumbuhkan semangat kebangsaan. "Burung Cenderawasih terbang menawan, hingga sejenak di dahan ini. Selamat datang para peserta kebanggaan, dari Papua Tengah untuk Indonesia yang berprestasi," ujarnya.

Eka juga mengaitkan keindahan alam Papua Tengah dengan semangat persatuan. "Keindahan alam Papua Tengah mengajarkan bahwa setiap unsur memiliki peran masing-masing. Gunung, lembah, dan danau tidak saling menonjolkan diri, tetapi bersama-sama membentuk harmoni yang indah," tuturnya. Ia menambahkan bahwa bangsa Indonesia yang beragam juga dapat bersatu dengan menjaga nilai Empat Pilar MPR RI.

Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Eka mengajak generasi muda meneladani semangat perjuangan para pendiri bangsa. "Papua Tengah dikenal sebagai tanah yang melahirkan generasi-generasi yang tangguh, pekerja keras, dan menjunjung tinggi kebersamaan. Dari pegunungan sampai ke pesisir, masyarakat Papua Tengah mewarisi nilai keberanian, keteguhan, dan semangat gotong royong dalam membangun kebersamaan," tuturnya. Nilai-nilai itu, lanjut Eka, menjadi modal berharga bagi generasi muda untuk berkarya.

Ia menegaskan bahwa para peserta adalah pemegang tongkat estafet perjuangan. "Jika para pendahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan keberanian dan pengorbanan, maka generasi hari ini adalah mengisi kemerdekaan dengan prestasi, ilmu pengetahuan, inovasi, integritas, serta pengamalan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Eka berpesan kepada peserta untuk menjadikan lomba ini sebagai sarana belajar. "Percayalah, masa depan Indonesia tidak hanya dibangun dari kota-kota besar, tetapi juga lahir dari semangat putra-putri terbaik Papua Tengah yang mencintai persatuan, menghargai keberagaman, dan siap mengabdi bagi bangsa. Jadikan perlombaan ini sebagai tempat belajar, bukan semata-mata mengejar kemenangan," ujarnya. "Bertandinglah dengan penuh semangat. Jangan takut salah, jangan takut kalah, yang harus ditakuti hanyalah ketika kita berhenti belajar," sambungnya.

Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Fredi M Edowai, mengapresiasi Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR RI yang terus berkomitmen melaksanakan LCC Empat Pilar MPR RI. "Kegiatan ini merupakan salah satu wadah yang sangat baik untuk memasyarakatkan dan menanamkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI kepada peserta didik sebagai calon pemimpin bangsa di masa depan," papar Fredi yang hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, Nurhaidah.

Fredi menuturkan bahwa tahun ini merupakan kedua kalinya Papua Tengah mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI. "Tentunya kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, cinta Tanah Air, serta memiliki wawasan kebangsaan yang kuat," ujarnya. Ia meminta peserta untuk mengikuti lomba dengan jujur, sportif, percaya diri, dan penuh semangat. "Tunjukkan bahwa generasi muda Papua Tengah mampu bersaing, berprestasi, serta membawa nama baik daerah di tingkat nasional," kata Fredi.

Sebanyak sembilan sekolah mengikuti LCC Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Papua Tengah, yaitu SMAN 2 Nabire; SMAN 1 Nabire; SMAN 1 Plus KPG Nabire; SMA Kristen Anak Panah Nabire; SMKN 1 Agribisnis dan Agro Teknologi Nabire; SMKS Kristen Anak Panak Tik Nabire; SMKN 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire; SMA YPPK Adhi Luhur; dan SMAN 1 Wanggar.

Acara ini turut dihadiri tiga juri daerah Papua Tengah, di antaranya Kasubag Perundang-Undangan Wilayah II Papua Tengah Biro Hukum Setda Provinsi Papua Tengah Aten Waine; Analis Hukum Ahli Pertama Biro Hukum Setda Papua Kepas Kristian Sanggenapa; serta Kepala Seksi Pendidikan Akademi Komunitas Disdikbud Provinsi Papua Tengah Ebit Rusali. Selain itu, hadir pula Kabid Pendidikan Khusus dan Akademi Komunitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah Fredi M Edowai, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi Setjen MPR RI Adi Christianto Depparinding, beserta jajaran Setjen MPR RI lainnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags