Paragon Wardah membuka pintu bagi perempuan muda Indonesia untuk mengikuti Ri'aya Young Adult Stewardship Program 2026, sebuah program pengembangan kepemimpinan global yang digagas oleh Al-Mujadilah Center & Mosque for Women di Doha, Qatar. Inisiatif ini tidak hanya menyasar peserta dari dalam negeri, melainkan juga melibatkan kandidat dari Malaysia dan Brunei Darussalam, sehingga menciptakan ajang pertukaran wawasan lintas negara.
Program yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 23 Agustus 2026 ini dirancang untuk membekali perempuan muda Muslim dengan pemahaman mendalam tentang etika Islam, sejarah peradaban Muslim, serta dinamika tantangan dan peluang global kontemporer. Selama dua pekan, para peserta akan mengikuti pembelajaran intensif, diskusi lintas budaya, dan pengalaman belajar bersama dengan perempuan muda dari beragam latar belakang negara.
“Sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung pengembangan perempuan dan pendidikan, Paragon Wardah memberikan dukungan beasiswa bagi peserta terpilih dari Indonesia untuk mengikuti program ini,” ujar Head of Corporate Social Responsibility ParagonCorp, Suci Hendrina, dalam keterangan tertulis pada Jumat, 12 Juni 2026.
Menurut Suci, Ri'aya Young Adult Stewardship Program menjadi ruang pembelajaran global yang mempertemukan perempuan muda dari berbagai latar belakang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, serta mengembangkan kapasitas kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kontribusi sosial. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan visi Paragon dalam menciptakan dampak yang lebih luas melalui pengembangan talenta dan kepemimpinan.
“Kami percaya perempuan muda memiliki potensi besar sebagai penggerak perubahan. Melalui kolaborasi Paragon Wardah dengan Al-Mujadilah Center & Mosque for Women dalam program Ri'aya, kami ingin membekali mereka dengan perspektif global dan kapasitas kepemimpinan agar mampu menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tuturnya.
Pendaftaran program ini terbuka bagi perempuan muda berusia 17 hingga 22 tahun, mulai dari siswa sekolah menengah hingga mahasiswa. Kriteria lain yang diperlukan meliputi kemampuan bahasa Inggris yang baik serta rekam jejak akademik maupun non-akademik yang mumpuni. Proses pendaftaran akan ditutup pada 21 Juni 2026.
“Melalui kolaborasi global ini, Paragon Wardah berharap dapat mendukung lahirnya generasi perempuan Muslim yang berwawasan global, berkarakter kuat, serta siap berkontribusi dalam menjawab berbagai tantangan di masa depan,” pungkas Suci.
Artikel Terkait
Kebakaran Ruko Tiga Lantai di Kemayoran Berhasil Dipadamkan, 12 Mobil Damkar Dikerahkan
Ledakan di Perairan Iran Dipastikan dari Pencegatan Kapal Tanker oleh Garda Revolusi di Selat Hormuz
Kejagung Sita Sembilan Bidang Tanah Milik Bos Smelter Tamron di Kasus Korupsi Timah
Direktur Utama Blueray Cargo Akui Beri Rp 30 Miliar ke Pegawai Bea Cukai Ahmad Dedi