Dalam sebuah obrolan santai, Hugo Ekitike membuka hati soal bulan Ramadan. Bukan cuma soal menahan lapar dan haus, bagi striker Liverpool itu, bulan suci ini punya arti yang jauh lebih dalam. Ia menyebut Ramadan sebagai fase penting untuk refleksi diri, memperkuat spiritualitas, dan tentu saja, mengeratkan hubungan dengan keluarga.
"Ramadan adalah waktu terbaik untuk menjadi versi diri yang lebih baik," ujarnya.
Pesan itu ia sampaikan dengan nada tenang. Menurut Ekitike, bulan ini memberinya ruang untuk memperbaiki sikap, memupuk lebih banyak amal baik, dan tentu saja meningkatkan kualitas hubungannya dengan Tuhan dan sesama.
Yang Paling Dinanti: Suasana Rumah dan Ibadah
Menjalani puasa sebulan penuh sudah jadi bagian hidupnya. Tapi yang bikin rindu, kata dia, adalah suasana kebersamaan di rumah. Berbuka bersama, menerima tamu, sampai diskusi dan ibadah larut malam semua itu momen spesial yang ditunggu-tunggu setiap tahun.
Memang, kedekatan dengan Tuhan harus diupayakan sepanjang waktu. Namun atmosfer Ramadan memberi dorongan ekstra, sebuah semangat yang membuatnya lebih konsisten dalam beribadah.
Dukungan yang Membuat Segalanya Lebih Mudah
Ekitike merasa beruntung. Lahir dari keluarga Muslim, menjalani Ramadan terasa lebih ringan karena ada dukungan penuh. Semua anggota keluarga saling mengingatkan, berpuasa bersama, dan tentu saja berbagi hidangan saat berbuka.
Dukungan tak cuma datang dari rumah. Klubnya, Liverpool, juga memberikan perhatian khusus. Beberapa pemain Muslim lain di skuad membuat manajemen sudah punya pemahaman yang baik. Komunikasi berjalan lancar, dan Ekitike merasa benar-benar dihargai.
Baginya, ini bukti nyata bahwa sepak bola modern semakin terbuka dan inklusif terhadap latar belakang budaya serta agama para pemainnya.
Ketenangan yang Dibawa Pulang
Setelah Ramadan usai, ada sesuatu yang ia rasakan: ketenangan batin. Ekitike mengaku jadi lebih sabar, lebih bijak menyikapi hal-hal, dan lebih paham dengan ekspektasi baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.
Bulan suci itu, baginya, adalah momen perenungan. Cara berinteraksi dengan lingkungan sekitar dievaluasi, karakter pun diperbaiki sedikit demi sedikit. Hasilnya? Stabilitas mental yang lebih baik. Dan itu jelas aset berharga bagi seorang pemain yang harus bertarung di kompetisi sekeras Premier League.
Sepatah Kata untuk Para Pendukung
Mengakhiri wawancara, Ekitike tak lupa menyampaikan pesan hangat untuk para suporter.
Ia berharap Ramadan membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi semua fans yang merayakan. Dengan semangat spiritual yang dibangun selama sebulan penuh, ia bertekad untuk terus tampil maksimal di lapangan. Kontribusi terbaik untuk Liverpool itu yang ingin ia berikan sepanjang musim ini.
Artikel Terkait
FIFA dan UEFA Dilaporkan ke Mahkamah Pidana Internasional Soal Klub di Permukiman Disengketakan
Jadwal Imsak Makassar 21 Februari 2026 Pukul 04:42 WIB
Jadwal Imsak dan Salat Kota Jambi untuk 3 Ramadan 1447 H
Warga Bandung, Imsak Hari Ketiga Ramadan Pukul 04.28 WIB