Dari atas Air Force One, Presiden AS Donald Trump menyampaikan pesan singkat namun tegas untuk Iran. Mereka punya waktu sekitar 10 sampai 15 hari untuk menyepakati perjanjian nuklir. "Saya pikir itu waktu yang cukup," ujarnya kepada para wartawan, Jumat lalu.
Nada ancaman tersirat jelas dalam pernyataan selanjutnya. "Kalau kita tidak mencapai kesepakatan, ya, hal-hal buruk akan menimpa mereka," tambah Trump tanpa banyak basa-basi.
Ini bukan kali pertama peringatan semacam itu dilontarkan. Sehari sebelumnya, dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian, Trump sudah memberi tenggat waktu serupa. Ia menegaskan bahwa hasil pembicaraan nuklir antara Washington dan Teheran akan ditentukan dalam sepuluh hari ke depan.
"Sejarah membuktikan, berunding dengan Iran itu sulit," katanya, merujuk pada perjalanan panjang diplomasi nuklir yang kerap menemui jalan buntu. "Tapi kita butuh kesepakatan yang berarti. Kalau tidak, konsekuensinya serius."
Di sisi lain, ada sedikit angin segar dari Wakil Presiden JD Vance. Menurutnya, putaran kedua pembicaraan di Jenewa awal pekan ini menunjukkan beberapa kemajuan. Tanda-tandanya positif, katanya. Namun begitu, Vance mengakui bahwa sejumlah tuntutan utama Amerika masih belum dipenuhi oleh pihak Iran. Rupanya, jalan menuju meja perjanjian masih berliku.
Sementara diplomasi berjalan, postur militer AS tampaknya sengaja diperlihatkan. Kapal induk USS Gerald R Ford dilaporkan sudah mendekati Gibraltar sejak Rabu. Belum lagi USS Abraham Lincoln yang sebelumnya sudah berada di perairan tak jauh dari Iran. Kehadiran mereka seperti pengingat diam-diam atas tenggat waktu yang diberikan Trump.
Suasana kini menegang. Iran dihadapkan pada pilihan: berunding dengan serius, atau menghadapi kemungkinan yang, menurut Trump, "tidak baik". Hitungan mundur sepuluh hari telah dimulai.
Artikel Terkait
Defisit Perdagangan AS Tembus Rekor USD 1,24 Triliun di 2025
KAI Commuter Berlakukan Refund Penuh Tiket Basoetta Usai Insiden Tabrakan di Tangerang
Truk Tertemper, Layanan Commuter Line Bandara Soetta Lumpuh Sementara
Bapanas Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan-Lebaran 2026