MURIANETWORK.COM - Arsenal kembali kehilangan poin krusial setelah ditahan imbang Wolverhampton Wanderers 2-2 di Stadion Molineux, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB. Hasil ini mengubah dinamika persaingan gelar Liga Inggris 2025-2026, dengan Manchester City menjadi pihak yang paling diuntungkan. The Gunners, yang gagal memenangkan dua laga beruntun, kini membuka peluang bagi sang penantang untuk semakin mempersempit jarak di puncak klasemen.
Momen Krusial di Molineux dan Implikasinya
Laga yang dijadwal ulang akibat final Piala Liga Inggris ini berjalan dramatis. Arsenal sempat unggul dan berada di ambang kemenangan, sebelum akhirnya kebobolan di masa injury time. Poin yang terbuang di detik-detik akhir ini terasa sangat mahal, mengingat tekanan dari Manchester City yang terus tak henti mengejar. Situasi di puncak klasemen pun menjadi semakin panas dan tak terduga.
Manchester City sendiri masih memiliki satu laga tunda melawan Crystal Palace. Kemenangan dalam pertandingan itu akan membuat jarak mereka dengan Arsenal menyusut menjadi hanya dua poin, mengubah peta persaingan secara signifikan di sepuluh laga tersisa.
Proyeksi Superkomputer: Arsenal Masih Diunggulkan
Meski performa terkini kurang stabil, analisis statistik dari superkomputer Opta masih menempatkan Arsenal sebagai favorit utama juara. Proyeksi terbaru menunjukkan peluang The Gunners meraih gelar turun tipis, namun mereka masih diprediksi akan finis di posisi teratas.
“Peluang juara Arsenal turun dari 85,81 persen menjadi 80,92 persen,” ungkap analisis tersebut. Meski demikian, Manchester City tetap diproyeksikan finis dengan selisih enam poin di bawah rivalnya itu.
Proyeksi ini juga mengisyaratkan bahwa juara musim ini mungkin akan mengoleksi total poin yang relatif rendah, sekitar 80 poin. Aston Villa, meski dipastikan tak lagi ikut berebut gelar, diprediksi akan mengukir sejarah dengan finis di posisi ketiga, pencapaian terbaik mereka dalam tiga dekade terakhir.
Artikel Terkait
Pelatih Hector Souto Akui Persiapan Timnas Futsal Indonesia untuk Piala AFF 2026 Sangat Mepet
FIGC Krisis, Paolo Maldini Disebut Sebagai Calon Utama Presiden Baru
Hodak Tegaskan Sembilan Laga Sisa Sebagai Final Penentu Gelar Juara
Bos Aprilia Peringatkan Timnya Jangan Lengah Meski Puncaki Klasemen MotoGP