Truk Tertemper, Layanan Commuter Line Bandara Soetta Lumpuh Sementara

- Jumat, 20 Februari 2026 | 10:40 WIB
Truk Tertemper, Layanan Commuter Line Bandara Soetta Lumpuh Sementara

TANGERANG Hujan mengguyur, tapi proses evakuasi terus berjalan. Di perlintasan antara Stasiun Poris dan Batu Ceper, Kota Tangerang, Kereta Api Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta masih teronggok di rel setelah tertemper sebuah truk, Jumat (20/2/2026) ini. Sampai berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku mengamankan lokasi kejadian.

Dari pantauan di tempat, posisi kereta bandara itu benar-benar menutupi jalur perlintasan. Garis kuning polisi sudah terpasang mengelilingi rangkaian kereta, membatasi area yang berbahaya. Aktivitas evakuasi berlangsung di tengah cuaca yang tak bersahabat.

Kejadian ini pun ramai disaksikan warga sekitar. Mereka memadati lokasi, ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Meski begitu, petugas dengan tegas melarang masyarakat mendekat ke tubuh kereta demi alasan keamanan.

Di sisi lain, arus lalu lintas darat jelas terkena imbasnya. Polisi terlihat sibuk mengatur pengalihan untuk kendaraan roda dua maupun empat yang melintas di kawasan tersebut. Kemacetan pun tak terhindarkan.

Menyikapi insiden ini, KAI Commuter terpaksa mengambil langkah darurat. Mereka membatalkan sejumlah perjalanan dan menyesuaikan pola operasi untuk meredam kepadatan yang lebih parah.

Untuk Commuter Line Bandara Soetta, seluruh perjalanan dibatalkan sementara waktu. Sedangkan KRL relasi Duri-Tangerang hanya dilayani sampai Stasiun Rawa Buaya saja.

“Pemberangkatan dari Stasiun Tangerang juga kami batalkan semua untuk sementara,” jelas pihak KAI Commuter.

Adapun rekayasa pola operasi yang diberlakukan mencakup dua perjalanan. KA 1912A (Duri-Tangerang) hanya akan berjalan sampai Stasiun Rawa Buaya, lalu kembali sebagai KA 1921A menuju Duri. Pola yang sama berlaku untuk KA 1914A, yang akan berbalik arah dari Rawa Buaya sebagai KA 1923A.

Situasi masih berkembang. Warga yang biasa menggunakan layanan kereta ini diharapkan bersabar dan mencari informasi terbaru sebelum berangkat.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar