China Wajibkan Tombol Fisik untuk Fungsi Penting Mobil Mulai 2027

- Kamis, 19 Februari 2026 | 09:30 WIB
China Wajibkan Tombol Fisik untuk Fungsi Penting Mobil Mulai 2027

Beijing punya rencana baru yang bakal mengubah interior mobil-mobil di sana. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) berencana mewajibkan tombol fisik untuk fungsi-fungsi penting kendaraan. Aturan ini ditargetkan mulai berlaku Juli 2027 nanti untuk kendaraan baru.

Jadi, jangan bayangkan lagi dashboard yang sepenuhnya layar sentuh. Nantinya, fungsi-fungsi krusial harus punya kontrol fisik yang bisa dipegang. Ini adalah revisi dari standar nasional yang sudah ada, dan tujuannya jelas: memastikan pengemudi bisa mengakses fitur penting tanpa harus menatap layar terlalu lama.

Kritik untuk Tren "Minimalis" yang Berlebihan

Beberapa tahun belakangan, desain interior mobil listrik di China memang didominasi gaya minimalis ekstrem. Tombol fisik nyaris hilang, digantikan satu layar sentuh raksasa yang mengendalikan segalanya. Bahkan, layar hiburan untuk penumpang depan pun jadi hal biasa.

Namun begitu, tren ini mulai banyak disorot. Banyak yang merasa desain semacam itu justru merepotkan dan berpotensi bahaya karena menyita perhatian pengemudi.

Wakil Presiden Geely, misalnya, pernah berkomentar pedas. Ia menyebut fenomena penghilangan tombol fisik ini sebagai tren yang diikuti secara membabi buta oleh industri otomotif China.

Revisi standar yang digodok MIIT ini bisa dibilang adalah respons resmi atas kekhawatiran tersebut.

Fitur Apa Saja yang Wajib Pakai Tombol Fisik?

Draf revisinya sudah siap dan akan segera dibuka untuk masukan publik. Beberapa fungsi yang diwajibkan memiliki kontrol fisik cukup mendasar, antara lain:

1. Pencahayaan & Transmisi:

  • Lampu sein dan lampu hazard.
  • Klakson.
  • Posisi gigi (P/R/N/D) – dilarang hanya lewat layar!
  • Tombol untuk mengaktifkan sistem bantuan pengemudi (ADAS).

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar