Cap Go Meh 2026 Jatuh pada 3 Maret, Bukan Hari Libur Nasional

- Jumat, 20 Februari 2026 | 11:15 WIB
Cap Go Meh 2026 Jatuh pada 3 Maret, Bukan Hari Libur Nasional

Setelah gegap gempita Imlek, masih ada satu momen yang ditunggu: Cap Go Meh. Nah, buat yang lagi sibuk merencanakan acara atau sekadar penasaran, banyak yang mulai bertanya-tanya, kira-kira Cap Go Meh 2026 tinggal berapa hari lagi, sih?

Perayaan yang jatuh di hari kelima belas setelah Tahun Baru Imlek ini memang punya tempat spesial. Ia jadi penutup rangkaian perayaan dengan berbagai atraksi budaya yang selalu ramai disaksikan. Lantas, kapan tepatnya?

Kapan dan Hitung Mundurnya

Berdasarkan kalender lunar, Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili akan diikuti oleh Cap Go Meh pada Selasa, 3 Maret 2026. Jadi, kalau kita hitung dari tanggal 20 Februari 2026, misalnya, maka perayaannya masih ada 11 hari lagi. Perhitungannya sederhana: sisa delapan hari di bulan Februari, lalu ditambah tiga hari di awal Maret.

Namun begitu, ada kabar yang mungkin sedikit mengecewakan bagi yang berharap dapat hari libur panjang.

Status Libur Nasional: Sayangnya, Bukan

Merujuk pada SKB 3 Menteri untuk hari libur tahun 2026, tanggal 3 Maret 2026 tidak tercantum sebagai tanggal merah atau cuti bersama. Jadi, ya, Cap Go Meh tahun depan bukan hari libur nasional.

Aturan resmi memang hanya menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur untuk perayaan Tionghoa. Artinya, di tanggal 3 Maret nanti, aktivitas kerja dan sekolah pada umumnya bakal berjalan normal. Meski begitu, jangan salah, semangat perayaannya takkan padam begitu saja.

Gelaran Tradisi di Tanah Air

Di Indonesia, terutama di kota-kota dengan komunitas Tionghoa yang besar, Cap Go Meh tetap dirayakan dengan meriah. Pawai budaya, denting liong, dan tari barongsai biasanya memenuhi sudut-sudut kota, menciptakan suasana yang hidup dan penuh warna.

Konon, tradisi ini berakar dari ritual penghormatan untuk Dewa Thai Yi pada era Dinasti Han, sekitar abad ke-17. Awalnya cuma digelar di lingkup istana. Seiring waktu, ritual itu merambah ke masyarakat luas dan akhirnya dibawa serta oleh perantau Tionghoa ke berbagai penjuru, termasuk Indonesia.

Intinya, Cap Go Meh lebih dari sekadar penanda berakhirnya Imlek. Ia adalah simbol kebersamaan dan harapan baru. Walaupun bukan hari libur, nilai dan kegembiraannya tetap lestari, dirayakan dari tahun ke tahun sebagai bagian dari kekayaan budaya kita yang beragam.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar