Dua orang berhasil diamankan polisi terkait aksi begal ponsel di Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Mereka berinisial JM (21) dan MT (29), diduga merampas telepon genggam milik seorang pemuda berusia 23 tahun, yang kita sebut saja A.
Kanit Reskrim Polsek Setiabudi, AKP Sudarto, membeberkan kronologinya. Menurutnya, kejadian bermula Minggu malam lalu, tepatnya sekitar pukul tujuh, saat korban sedang berhenti di pinggir jalan.
"Pelaku ada di seberang. Kemudian salah satu pelaku turun dari motor langsung merampas handphone korban," ujar Sudarto, Kamis (8/1/2026).
Nah, korban tentu saja tidak terima. Begitu ponselnya direnggut, dia langsung mengejar para pelaku yang masih menaiki motor itu. Teriakan minta dikembalikan pun pecah di udara malam.
Kejar-kejaran pun terjadi. "Dikejar sampai ke TKP yang ramai itu. Dia sampai putar balik lewat Kokas-Saharjo," tambah Sudarto, menggambarkan upaya korban yang nekat.
Di tengah kejar-kejaran itu, situasi sempat mencekam. Dari pengakuan korban, salah seorang pelaku konfrontatif. Saat dikejar dan diminta mengembalikan barang rampasan, pelaku itu malah mengeluarkan pisau.
"'Mana handphone-ku balikin bang', sama pelaku ngeluarin pisau," kata Sudarto menirukan pengakuan korban.
Namun begitu, soal senjata tajam ini polisi masih mencari kejelasan. Barang bukti pisaunya sendiri belum ditemukan di TKP. Pelaku yang diduga membawanya, berinisial P, masih buron dan diburu petugas.
"Sekarang masih dicari pisaunya, karena pelaku yang P itu kan kabur," jelasnya.
Aksi itu melibatkan tiga pelaku yang berboncengan satu motor. Saat lalu lintas di kawasan Saharjo mulai padat dan sulit menerobos, mereka memilih kabur dengan meninggalkan kendaraannya begitu saja. Polisi sendiri telah memeriksa setidaknya tiga saksi untuk mengungkap tuntas kasus begal yang meresahkan warga ini.
Artikel Terkait
AS dan Iran Saling Tembak di Selat Hormuz, Ketegangan di Jalur Minyak Dunia Kembali Memuncak
Lurah di Pangkep Diduga Digerebek di Penginapan Bersama Staf Perempuan, Satpol PP: Tak Ada Bukti Pelanggaran Pidana
KPAI: Kasus Kekerasan Seksual di Pesantren Masuk Situasi Darurat, Pimpinan Padepokan di Pekalongan Jadi Tersangka
Polisi Ungkap Foto Pocong Bawa Parang Saat Mati Listrik di Siak Hanya Hoaks Buatan Siswa SMA