Capres Peru Selamat dari Tembakan di Tengah Keramaian Ibu Kota

- Rabu, 03 Desember 2025 | 02:15 WIB
Capres Peru Selamat dari Tembakan di Tengah Keramaian Ibu Kota
Serangan terhadap Capres Peru

Rafael Belaunde Selamat dari Serangan Beruntun

Calon presiden Peru, Rafael Belaunde, berhasil selamat dari sebuah upaya pembunuhan. Ia diserang oleh sekelompok orang bersenjata yang menembaki mobilnya. Kejadian ini tentu saja langsung mengguncang panggung politik negara itu.

Menurut laporan AFP, peristiwa mencekam itu terjadi pada Selasa (2/12) waktu setempat. Lokasinya di ibu kota Lima, tepatnya saat mobil sang capres sedang melintas. Tiba-tiba saja, situasi yang awalnya biasa berubah jadi chaos.

Dari rekaman televisi lokal, terlihat jelas bekas kejadiannya. Beberapa orang yang mengendarai sepeda motor entah berapa jumlah pastinya melepaskan tembakan ke arah SUV Belaunde. Peluru menghantam kaca depan hingga hancur berantakan. Pecahan kacanya melukai Belaunde, meninggalkan noda darah di wajah dan bajunya. Adegan yang sungguh mengerikan.

Namun begitu, nasib baik masih berpihak padanya. Dalam pernyataan resmi di media sosial X, kepolisian mengonfirmasi bahwa baik Belaunde maupun sopirnya tidak mengalami cedera serius. Serangan itu terjadi di area Cerro Azul, sekitar 130 km di selatan Lima.

"Tembakan dilepaskan ke arah kendaraan dan ke arahnya," ujar Kepala Polisi Oscar Arriola kepada para wartawan yang berkerumun.

Yang menarik, meski jadi sasaran, Belaunde menyatakan kepada polisi bahwa dirinya sama sekali tidak menerima ancaman apa pun sebelumnya. Ini tentu menimbulkan tanda tanya besar. Motif di balik serangan mendadak ini masih gelap.

Rafael Belaunde bukan nama baru. Dia adalah mantan menteri energi dan pendiri partai sayap kanan, Libertad Popular (Kebebasan Rakyat). Latar belakang keluarganya pun kuat: ia cucu dari mantan presiden Fernando Belaunde yang pernah memimpin Peru selama dua periode.

Dengan Pilpres yang dijadwalkan pada April 2026, insiden ini pasti akan memanas dan mempengaruhi dinamika politik. Keamanan para kandidat kini jadi sorotan. Bagaimana kelanjutannya? Kita tunggu saja perkembangan dari penyelidikan kepolisian.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar