Kabupaten Belu di NTT punya potensi yang menarik. Di sana, kemiri tumbuh melimpah. Nah, dari buah itu, masyarakat setempat mengolahnya menjadi minyak kemiri yang murni dan organik. Hal inilah yang mendapat perhatian dari Tri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK Pusat.
Dalam sebuah pelatihan pembuatan minyak kunyit di Rumah Jabatan Bupati Belu beberapa waktu lalu, Tri memuji produk lokal tersebut. Menurutnya, minyak kemiri Belu ini punya peluang besar. Bukan cuma untuk perawatan rambut agar lebih sehat dan berkilau tapi juga untuk diekspor.
“Nanti mungkin ada peningkatan-peningkatan dari dinas-dinas terkait. Mudah-mudahan Ibu Ketua (TP PKK Kabupaten Belu) bisa meminta unit kementerian bagaimana ini bisa dikembangkan dan menjadi produk lokal yang menjadi unggulan produk PKK,” ujar Tri dalam keterangan tertulisnya.
Ia melihat ini sebagai salah satu cara mendongkrak ekonomi keluarga. Apalagi, proses pembuatannya masih alami, tanpa bahan kimia. Yang menarik, Tri punya ide pemasaran yang kekinian.
“Salah satu sumber ekonomi keluarga, yaitu membuat minyak sendiri. Ini kalau dijual ibu-ibu TikTok, pakai TikTok tapi jangan sampai guling-guling di jalan ya,” terangnya dengan canda. “Ini bisa potensi mendapatkan order dari seluruh Indonesia,” sambungnya.
Memang, jalan menuju skala besar butuh waktu. Namun begitu, gerakan kecil ini diyakini bisa memberi dampak riil. Terutama dalam memberdayakan ibu-ibu rumah tangga setempat.
Keunggulan lainnya? Bahan bakunya mudah didapat. Warga tak perlu repot mencari ke luar kabupaten.
“Mudah-mudahan juga unggulan untuk Kabupaten Belu. Di mana semua masyarakat mempunyai kesempatan untuk memproduksi minyak kemiri,” harap Tri. “Karena kemirinya gampang didapatkan, tidak usah capek-capek membeli dari luar kabupaten.”
Harapan pemerintah pusat jelas: kesejahteraan masyarakat Belu harus naik. Caranya ya dengan menggarap potensi daerah seperti ini. Meski penghasilannya mungkin belum langsung melimpah, setidaknya ini awal yang baik.
“Semoga kegiatan ini bermanfaat dan tidak hanya dilakukan oleh Ibu Ketua (TP PKK Kabupaten Belu) saja, tapi juga kepada anak-anak kita semua, pada tetangga-tetangga dan lingkungan kita,” tandasnya menutup pembicaraan.
Jadi, dari Belu, ada cerita tentang kemiri yang diolah dengan tangan, lalu berpotensi menghidupi banyak keluarga. Sebuah langkah kecil yang siapa tahu bisa jadi besar.
Artikel Terkait
Ledakan Populasi Ikan Sapu-sapu Ancam Ekosistem Perairan Indonesia
Satpol PP Gerebek Pesta Miras di Indekos Metro, 7 Remaja Putri Diamankan
Houthi Siaga Penuh dan Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb
Jibom Brimob Sterilisasi GBK untuk Keamanan Womens Day Run