Prancis Tuding Hezbollah Serang Pasukan PBB di Lebanon, Satu Tentara Tewas

- Minggu, 19 April 2026 | 13:05 WIB
Prancis Tuding Hezbollah Serang Pasukan PBB di Lebanon, Satu Tentara Tewas

Seorang tentara Prancis tewas dalam serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon. Tiga rekannya terluka. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, langsung menuding Hizbullah sebagai dalangnya. Namun, kelompok yang didukung Iran itu membantah keras.

"Hezbollah membantah keterlibatannya dalam insiden yang terjadi dengan pasukan UNIFIL di daerah Ghandouriyeh-Bint Jbeil," begitu bunyi pernyataan resmi mereka yang dikutip AFP, Minggu (19/4/2026).

Lewat pernyataan itu, Hizbullah mendesak semua pihak untuk lebih berhati-hati sebelum membuat penilaian. Mereka meminta agar publik menunggu hasil investigasi militer Lebanon terlebih dahulu, sebelum menetapkan siapa yang bertanggung jawab.

Macron tak menunggu. Dari akun X-nya, ia dengan tegas mengecam serangan mematikan itu. "Semuanya mengarah pada Hizbullah yang bertanggung jawab atas serangan ini," tulisnya. Ia mendesak otoritas Lebanon untuk segera menangkap para pelaku di balik kematian satu tentara dan lukaan tiga tentara Prancis lainnya.

Dukungan datang dari Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. Ia juga mengutuk keras insiden tersebut. Guterres menyebut, kajian awal dari UNIFIL sendiri mengindikasikan bahwa serangan itu dilancarkan oleh kelompok yang didukung Iran sebuah sindiran yang jelas ke arah Hizbullah.

Ini bukan kali pertama pasukan penjaga perdamaian terjebak dalam baku tembak. Sejak pertempuran memanas di perbatasan, pos-pos UNIFIL di Lebanon kerap menjadi sasaran, entah dari pihak Israel atau dari kelompok seperti Hezbollah. Situasinya memang rawan.

Tentara Prancis yang gugur itu kini telah diketahui identitasnya: Sersan Staf Florian Montorio. Saat itu, unitnya sedang bergerak menuju sebuah pos terdepan UNIFIL yang terisolasi akibat pertempuran. Mereka terjebak dalam sebuah "penyerangan mendadak." Menteri Angkatan Bersenjata Prancis, Catherine Vautrin, menyatakan Montorio tewas akibat tembakan langsung.

Montorio adalah tentara Prancis kedua yang gugur di kawasan sejak perang di Timur Tengah berkobar. Sebelumnya, Arnaud Frion tewas bulan lalu di Kurdistan Irak, ditembak jatuh oleh sebuah drone yang diduga berasal dari Iran.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar