Seorang warga negara Indonesia (WNI) tewas dalam sebuah insiden penusukan yang diduga dilakukan oleh sesama WNI di Kota Chitose, Hokkaido, Jepang. Peristiwa tragis itu juga mengakibatkan dua orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk seorang aparat kepolisian Jepang yang tengah bertugas di lokasi kejadian.
Direktorat Pelindungan WNI, Heni Hamidah, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan oleh Kepolisian Chitose untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. “Dalam peristiwa ini juga dilaporkan adanya seorang Polisi Jepang dan seorang WNI lain yang mengalami luka di lokasi kejadian. Adapun untuk pelaku saat ini telah dilakukan penangkapan dan penahanan oleh Kepolisian Chitose,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (6/6/2026).
Insiden berdarah tersebut terjadi pada Kamis (4/6) waktu setempat. Kementerian Luar Negeri melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo langsung bergerak menangani kasus ini. Heni menjelaskan bahwa korban berinisial SR dan pelaku berinisial MALA sama-sama merupakan pekerja migran Indonesia (PMI) yang tengah bekerja di Jepang.
“Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo tengah menangani kasus penusukan terhadap seorang WNI berinisial SR yang dilakukan oleh seorang WNI berinisial MALA pada tanggal 4 Juni 2026 di Kota Chitose, Hokkaido, Jepang. Keduanya merupakan PMI yang tengah bekerja di Jepang,” ungkap Heni.
Menurut keterangan yang diterima KBRI, korban sempat dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia tidak lama setelah tiba di fasilitas kesehatan tersebut. “Berdasarkan informasi yang diperoleh KBRI, korban sempat dibawa ke rumah sakit setempat, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia,” lanjutnya.
KBRI Tokyo telah menjalin komunikasi dengan kepolisian dan pihak terkait lainnya di Jepang untuk mengurus penanganan jenazah korban. Selain itu, perwakilan diplomatik Indonesia juga telah menghubungi keluarga korban di Tanah Air untuk menyampaikan kabar duka serta membahas rencana pemulangan jenazah ke Indonesia. “Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Tokyo dan Direktorat PWNI akan terus memantau perkembangan penanganan kasus yang dilakukan oleh kepolisian, serta kemungkinan rencana pemulangan jenazah ke Indonesia,” pungkas Heni.
Artikel Terkait
Buka Lowongan 9 Posisi, IPB University Cari Talenta Profesional dan Fresh Graduate
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syarat Utama Cukup KTP Jakarta
Air Zamzam: Tiga Doa yang Dianjurkan Dibaca saat Meminumnya, dari Mohon Ilmu hingga Kebahagiaan Akhirat
Sultan Brunei Tunjuk Pangeran Abdul Mateen sebagai Menteri Luar Negeri dalam Reshuffle Kabinet