Sabtu pagi (18/4/2026) di halaman Kantor Camat Pasir Limau Kapas, suasana agak berbeda. Ada apel gabungan yang tak biasa. Di sana, Kapolres Rokan Hilir, AKBP Isa Imam Syahroni, secara resmi memperkenalkan 23 wajah baru Polsek Panipahan kepada masyarakat. Mulai dari Kapolsek, Kanit Reskrim, hingga para personel lapangan semuanya hadir.
Acara itu dihadiri tak hanya oleh pimpinan Polres Rohil, tapi juga Camat, unsur TNI, dan sejumlah tokoh masyarakat setempat. Momen ini jelas bukan sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, ini jadi langkah awal pembenahan internal, upaya konkret untuk membangun kembali kepercayaan warga Panipahan terhadap polisi di daerah mereka.
Nah, dalam pengarahannya, Kapolres Isa menegaskan satu hal yang penting. Seluruh personel baru ini sudah melalui pemeriksaan ketat, termasuk tes urine. Hasilnya? Negatif narkoba semua. Ini bagian dari komitmen Polda Riau untuk benar-benar membersihkan barisannya dari barang haram itu.
“Kehadiran polisi di tengah masyarakat harus membawa rasa aman dan kepercayaan. Laksanakan tugas dengan pendekatan humanis, tanpa tebang pilih, serta bangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat,” tegas Kapolres.
Ia punya pesan khusus untuk Kapolsek Panipahan yang baru, Iptu Subiarto Tampubolon. Personel baru harus segera dibimbing, terutama untuk menjalin kedekatan lewat peran Bhabinkamtibmas. Dalam waktu seminggu, mereka diminta mendekati pimpinan kecamatan, penghulu, dan tokoh masyarakat. Cepat, tapi perlu.
Di sisi lain, peringatan keras juga disampaikan. Kapolres mengingatkan, jangan sampai ada lagi personel yang tersangkut narkoba, judi, atau aktivitas ilegal lainnya. Edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba juga harus digencarkan. “Polisi harus hadir di garis terdepan. Tidak boleh ada lagi aksi perusakan atau main hakim sendiri di sini,” ujarnya lagi. Ia juga membuka ruang koordinasi cepat jika situasi di Panipahan memanas, dengan janji bantuan pengamanan dari Polres.
Permintaan Maaf untuk Keresahan Warga
Sebelum apel ini, ternyata Kapolres sudah lebih dulu blusukan. Jumat (17/3) kemarin, ia bertemu langsung dengan warga Desa Panipahan. Dalam pertemuan itu, ia tak sungkan menyampaikan permintaan maaf.
“Kedatangan saya di sini untuk melakukan pendekatan. Kita lihat minggu lalu ada keresahan di masyarakat. Saya mewakili kepolisian, khususnya Polsek Panipahan dan Polres Rohil, meminta maaf,” kata Isa.
Harapannya jelas: kolaborasi. Masyarakat diajak bekerja sama memutus mata rantai narkoba. Ia juga berharap warga tak gampang terpancing isu-isu provokatif yang bisa memecah belah. Langkahnya bertahap: minta maaf dulu, perkenalkan tim baru, lalu ajak bergerak bersama. Sebuah upaya yang, meski berat, terasa lebih manusiawi.
Artikel Terkait
BYD Capai Produksi 16 Juta Kendaraan Hijau, Diumumkan Bersama Peluncuran Denza D9 Generasi Kedua
Warga Lebanon Selatan Menyeberangi Sungai Berbahaya Demi Pulang Usai Gencatan Senjata
Pengelola Warung Mie Babi di Sukoharjo Siap Mediasi Usai Penolakan Warga
Mantan Suami Siri Diduga Sakit Hati, Tewaskan Perempuan di Serpong