Jonatan Christie memastikan tempat di partai final Indonesia Open 2026 setelah menundukkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dalam pertarungan sengit tiga gim di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Tunggal putra Indonesia yang akrab disapa Jojo itu harus bekerja keras selama 58 menit sebelum akhirnya menang dengan skor 16-21, 21-10, dan 21-12.
Keberhasilan ini membuka peluang besar bagi Jonatan untuk mencatatkan sejarah. Jika mampu memenangkan laga puncak, ia akan mengakhiri puasa gelar tunggal putra Indonesia yang sudah berlangsung selama 14 tahun di ajang bergengsi tersebut. Gelar terakhir sektor ini untuk Indonesia diraih oleh Simon Santoso pada edisi 2012, sementara tahun lalu trofi menjadi milik Anders Antonsen asal Denmark.
Di final yang akan berlangsung pada Minggu (7/6/2026), Jonatan akan menantang wakil Kanada, Victor Lai. Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama mereka di ajang BWF World Tour.
Pertandingan semifinal sore itu tidak berjalan mudah bagi Jonatan. Ia sempat membuka angka lebih dahulu, namun Panitchaphon langsung mengambil alih kendali permainan dan melesat unggul 7-1. Saat tertinggal cukup jauh dengan skor 2-9, Jonatan mulai menemukan ritmenya. Ia mengombinasikan permainan net yang rapat dengan pukulan lob untuk merusak pola cepat lawan.
Strategi tersebut perlahan membuahkan hasil. Sejumlah kesalahan mulai dilakukan Panitchaphon, terutama saat pengembalian bola yang beberapa kali menyangkut di net. Jonatan pun memangkas jarak menjadi 8-9. Meski begitu, Panitchaphon tetap mampu menjaga momentum. Smash menyilang ke area forehand Jonatan menjadi senjata utama yang membawanya unggul 11-9 saat interval gim pertama.
Sepanjang gim pembuka, Panitchaphon terus berusaha memaksa permainan berlangsung cepat. Sebaliknya, Jonatan memilih pendekatan berbeda dengan mengontrol tempo dan tidak terpancing mengikuti irama lawan. Walau cukup baik mengantisipasi serangan cepat, Jonatan masih beberapa kali memberikan bola tanggung yang berhasil dimanfaatkan lawan. Kesalahan-kesalahan itu membuatnya harus menyerah 16-21 pada gim pertama.
Memasuki gim kedua, pola permainan kedua pemain tidak banyak berubah. Panitchaphon tetap agresif, sementara Jonatan konsisten mengendalikan tempo pertandingan. Setelah sempat tertinggal 1-3, Jojo tampil lebih percaya diri. Lima poin beruntun berhasil ia raih untuk membalikkan keadaan menjadi 6-3.
Jonatan juga semakin sering mengajak lawannya berduel di depan net demi memperlambat ritme pertandingan. Taktik itu efektif mengganggu permainan Panitchaphon yang mengandalkan kecepatan. Beberapa kali pebulu tangkis Thailand tersebut kehilangan kontrol, salah satunya ketika pukulan drive yang terlalu keras justru keluar lapangan dan dibiarkan oleh Jonatan. Keunggulan Indonesia pun bertambah menjadi 7-4.
Saat interval gim kedua, Jonatan memimpin 11-8. Usai jeda, Panitchaphon mencoba bermain lebih sabar, namun perubahan strategi itu justru membuat Jonatan semakin nyaman mengembangkan permainan. Kesalahan demi kesalahan mulai muncul dari kubu Thailand. Ketika pukulan placing menyilang Panitchaphon melebar keluar lapangan, Jonatan menjauh dengan skor 18-10. Dalam posisi tertinggal jauh, Panitchaphon tampak mengendurkan tekanan. Jonatan pun tanpa kesulitan menutup gim kedua dengan kemenangan telak 21-10.
Momentum positif tersebut berlanjut ke gim penentu. Jonatan tampil lebih tenang dan disiplin dalam menjaga pola permainan. Meski beberapa kali mendapatkan peluang menyerang, ia tidak terburu-buru mencari poin. Fokus utamanya adalah menghindari kesempatan bagi Panitchaphon untuk melancarkan smash-smash berbahaya.
Strategi itu kembali membuahkan hasil. Jonatan memimpin 11-7 saat interval gim ketiga setelah lawannya gagal mengembalikan shuttlecock dengan sempurna. Panitchaphon sempat memangkas ketertinggalan menjadi 9-11 setelah jeda. Namun, Jonatan segera merespons dengan permainan agresif yang membuat lawannya kewalahan. Serangan drive menyilang ke area backhand lawan menjadi salah satu kunci keberhasilan Jojo memperlebar jarak menjadi 16-11.
Seiring berjalannya pertandingan, frustrasi mulai terlihat dari ekspresi Panitchaphon. Sejumlah smash keras yang ia lepaskan mampu dikembalikan dengan baik oleh Jonatan. Pada akhirnya, kesalahan saat menerima servis menjadi penutup perjuangan Panitchaphon. Jonatan menyegel kemenangan 21-12 di gim ketiga sekaligus memastikan tiket menuju final Indonesia Open 2026.
Kini, Jojo tinggal selangkah lagi untuk mengakhiri penantian panjang publik bulu tangkis Indonesia dan mengembalikan gelar tunggal putra Indonesia Open ke tangan tuan rumah setelah 14 tahun lamanya.
Artikel Terkait
Alfeandra Dewangga Dikabarkan Tinggalkan Persib, Arema FC Jadi Tujuan Utama
Veda Ega Pratama Start Posisi 9 di Moto3 Hungaria Usai Gagal Pertahankan Kecepatan di Kualifikasi
Persebaya Kunci Malik Risaldi dengan Kontrak Jangka Panjang, Siapkan Duet Lokal Berbahaya Bersama Sananta
Shin Tae-yong Dikabarkan Sepakat Latih Persija, Negosiasi Masuki Tahap Akhir