Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (21/7), dengan indeks Nasdaq memimpin kenaikan. Lonjakan saham sektor semikonduktor menjadi motor utama penguatan, mengalihkan perhatian investor dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan isu tarif impor.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 385,38 poin (0,74 persen) ke 52.224,64, S&P 500 bertambah 65,92 poin (0,89 persen) ke 7.509,20, dan Nasdaq Composite melesat 329,13 poin (1,29 persen) ke 25.837,21. Sektor teknologi informasi mencatat kenaikan 2,35 persen, didorong oleh saham produsen cip seperti Sandisk yang melonjak 14,3 persen, Western Digital naik 12,5 persen, dan Micron Technology menguat 12,2 persen. Indeks Semikonduktor Philadelphia SE secara keseluruhan melesat 5,2 persen.
Aksi beli saham semikonduktor terjadi di tengah fenomena fear of missing out (FOMO) investor menjelang rilis laporan keuangan kuartalan raksasa teknologi, termasuk Alphabet, Intel, dan Texas Instruments. Pasar cenderung mengabaikan kenaikan harga minyak akibat isu blokade Laut Merah serta rencana pengenaan tarif 50 persen atas produk Kanada oleh Presiden Donald Trump.
Chief Investment Strategist 248 Ventures di Charlotte, North Carolina, Lindsey Bell, menilai investor kembali melakukan aksi beli pada saham semikonduktor sebelum rilis laporan keuangan karena khawatir kehilangan momentum. Investor mengantisipasi kemungkinan kinerja dan proyeksi perusahaan melampaui ekspektasi pasar, sementara kepemilikan saham mereka sempat berkurang saat penurunan harga sebelumnya.
Kendati demikian, Bell memberikan catatan bahwa lonjakan harga saham sebelum rilis laporan keuangan dapat membatasi ruang kenaikan lebih lanjut saat laporan resmi diterbitkan. Kinerja keuangan diproyeksikan berada pada level yang sangat baik, namun ekspektasi pasar terhadap harga saham saat ini juga sudah berada di posisi yang cukup tinggi.
Pekan lalu, indeks semikonduktor sempat tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap tingginya valuasi dan besarnya investasi di sektor kecerdasan buatan (AI). Meski demikian, secara tahun berjalan (year-to-date), indeks tersebut masih mencatatkan kenaikan hampir 75 persen.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat, Investor Borong Saham Chip Jelang Musim Laporan Keuangan
Ekonomi Malaysia Tumbuh 5,8 Persen di Kuartal II, Lampaui Ekspektasi
Bursa Asia Tertekan Aksi Jual Saham Semikonduktor, Kospi Anjlok 6,3 Persen
Wall Street Menguat Didukung Laporan Keuangan Bank dan Data Inflasi yang Melandai