Bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Rabu (19/8), ditopang oleh penurunan imbal hasil obligasi pemerintah dan reli saham sektor kesehatan. Indeks Dow Jones naik 119,65 poin atau 0,22 persen ke 53.463,05, S&P 500 bertambah 16,22 poin atau 0,21 persen menjadi 7.707,98, dan Nasdaq menguat 41,38 poin atau 0,16 persen ke 26.331,09.
Penguatan terjadi setelah imbal hasil Treasury turun, meredakan kekhawatiran investor akan kenaikan suku bunga. Sehari sebelumnya, imbal hasil obligasi bertenor 30 tahun sempat menyentuh level tertinggi sejak 2007. Departemen Keuangan AS mengumumkan akan menggandakan nilai pembelian kembali obligasi jangka panjang, langkah yang menambah likuiditas pasar.
"Perdagangan aset berisiko kembali mendapat dorongan setelah kebijakan yang diumumkan Menteri Keuangan Bessent membantu meredakan tekanan dari kenaikan yield obligasi," ujar Carol Schleif, Chief Market Strategist BMO Private Wealth.
Sebelumnya, kenaikan imbal hasil obligasi menekan saham teknologi, terutama perusahaan besar yang banyak mengeluarkan dana untuk membangun pusat data kecerdasan buatan (AI). Biaya pinjaman yang lebih tinggi dinilai dapat membebani ekspansi perusahaan.
Chief Investment Officer Plante Moran Financial Advisors Jim Baird mengatakan, investor kemungkinan mengambil keuntungan setelah indeks menguat di awal perdagangan. Menurutnya, langkah pemerintah AS belum menghilangkan persoalan suku bunga dalam jangka panjang.
Moderna Cetak Rekor
Saham Moderna menjadi sorotan utama setelah melonjak hampir 177 persen, rekor penguatan harian terbesar. Lonjakan ini dipicu pengumuman hasil uji klinis tahap akhir terapi kanker berbasis mRNA yang dikembangkan bersama Merck. Saham Merck ikut melonjak 12,6 persen, Novavax naik 10,8 persen, dan BioNTech yang diperdagangkan di AS menguat 22 persen.
Kinerja tersebut mendorong indeks sektor kesehatan S&P 500 naik 3,5 persen, kenaikan harian terbesar sejak April 2025, sekaligus membawa sektor ini ke rekor tertinggi.
Sektor barang konsumsi nonprimer juga menguat 2 persen. Sebaliknya, sektor industri turun 0,9 persen dan teknologi informasi melemah 0,7 persen karena saham perusahaan chip tertekan.
Meski sektor teknologi melemah, saham Marvell Technology melonjak 9,9 persen setelah mengumumkan kerja sama dengan Google untuk mengembangkan chip khusus. Google juga diberi hak untuk membeli saham Marvell dengan nilai potensial mencapai USD 12,2 miliar.
Dari sisi kinerja perusahaan, saham Target naik 4,3 persen setelah menaikkan target penjualan tahunan. Saham Lowe's menguat 2 persen meski memangkas perkiraan pertumbuhan penjualan. Saham Estée Lauder melonjak 16,3 persen setelah memperkirakan laba tahunan lebih tinggi dari perkiraan analis.
Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent naik, dengan investor mencermati hubungan AS-Iran dan kondisi Selat Hormuz. Secara keseluruhan, 2.855 saham di Nasdaq menguat, sementara 1.967 melemah. Di NYSE, rasio saham naik versus turun 1,9 banding 1.
Total transaksi saham di bursa AS mencapai sekitar 16,92 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 20 hari terakhir yang sebesar 16,96 miliar saham.
Artikel Terkait
Wall Street Bervariasi, Saham Teknologi Tekan S&P 500 dan Nasdaq
Wall Street Melemah, Saham Intel dan Chip Tertekan
Wall Street Melemah, Saham Intel dan Ketegangan Iran Jadi Pemberat
Wall Street Menguat, S&P 500 Cetak Rekor Penutupan