Di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, suasana Minggu (11/1) pagi terasa berbeda. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Irfan, berdiri tegas di hadapan lebih dari 1.600 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat. Pesannya jelas: tahun 2026 nanti adalah momen krusial. Saatnya penguatan layanan haji nasional benar-benar diuji.
Menurutnya, tantangan ke depan tidak main-main. Regulasi berubah, sistem di Arab Saudi terus disesuaikan, dan karakter jemaah pun semakin beragam. Mulai dari usia, kondisi kesehatan, hingga latar belakang sosial mereka.
"Semua ini," kata Gus Irfan, "menuntut kesiapan petugas yang lebih adaptif, profesional, dan tentu saja, berorientasi pada solusi."
Namun begitu, ada satu hal yang ia tekankan lebih dari sekadar adaptasi. Orientasi utama para petugas haruslah melayani jemaah. Titik. Jangan sampai niatnya malah bergeser.
"Saudara sekalian, jangan sampai punya pikiran kita berangkat cuma untuk nebeng haji," ucapnya tegas.
"Niatkanlah berangkat sebagai petugas haji. Sebagai pelayan tamu-tamu Allah."
Artikel Terkait
Dua Advokat Gugat MK, Minta Syarat Calon Presiden Dilarang Berkeluarga dengan Petahana
KPK Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pemerasan Bupati Pati
Larangan Truk Tiga Sumbu Saat Lebaran 2026 Ancam Pasokan Kemasan dan Pabrikan
Polri Dampingi Keluarga Korban dan Pastikan Proses Hukum Kasus Brimob Tewaskan Pelajar di Tual