Mexico City – Suasana di kompleks Piramida Teotihuacan yang biasanya ramai oleh turis, mendadak berubah jadi mencekam. Senin lalu, 20 April, seorang pria bersenjata naik ke atas piramida dan mulai menembaki orang-orang di bawahnya. Korban berjatuhan: satu turis asal Kanada tewas, beberapa lainnya terluka. Pelaku sendiri akhirnya bunuh diri di tempat kejadian.
Menurut sejumlah saksi, pria itu melepaskan sekitar 14 kali tembakan. Bukan cuma ke arah wisatawan, tembakannya juga diarahkan ke personel Garda Nasional yang berjaga. Insiden ini langsung memicu gelombang kekhawatiran yang besar. Apalagi, Meksiko bersama AS dan Kanada akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 dalam hitungan kurang dari tiga bulan.
Presiden Claudia Sheinbaum pun angkat bicara. Dia mengakui bahwa sistem keamanan di lokasi wisata ikonik itu memang belum memadai. Meski begitu, dia berusaha menenangkan publik dengan menyebut peristiwa ini sebagai sebuah insiden terpisah.
“Kewajiban kami sebagai pemerintah adalah mengambil langkah yang tepat agar situasi seperti ini tidak terulang. Tapi ya, semua orang tahu – masyarakat Meksiko tahu – ini sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujar Sheinbaum.
Nyatanya, ancaman keamanan bukan hal baru bagi Meksiko. Sebelum insiden penembakan ini, pemerintah sudah memperketat pengamanan menyusul meningkatnya kekerasan kartel narkoba. Pemicunya adalah tewasnya bos kartel Jalisco, Nemesio Oseguera Cervantes alias "El Mencho", awal tahun ini.
Nah, untuk menyambut Piala Dunia, langkahnya jadi lebih masif. Rencananya, akan ada sekitar 100.000 personel keamanan yang disebar. Fokus utama tentu di tiga kota tuan rumah: Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey. Mereka juga akan memanfaatkan teknologi, mulai dari drone, pesawat, hingga kendaraan militer untuk mengamankan area stadion dan jalur transportasi penting.
“Seperti yang Anda lihat, kami sangat siap untuk Piala Dunia,” kata Sheinbaum dalam pernyataan sebelumnya, mencoba meyakinkan dunia.
Dukungan juga datang dari pimpinan tertinggi sepak bola dunia. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan kepercayaan penuhnya pada kesiapan Meksiko.
“Saya punya kepercayaan penuh pada Meksiko, pada Presiden Sheinbaum, pada otoritas setempat. Kami yakin semuanya akan berjalan baik,” tegas Infantino.
“Di negara mana pun, hal-hal buruk bisa terjadi. Itulah mengapa ada polisi dan otoritas yang bertugas menjaga ketertiban. Dari sisi saya dan FIFA, kami percaya sepenuhnya. Ayo Meksiko, sambut perayaan ini untuk dunia.”
Pernyataan dukungan itu penting. Soalnya, Meksiko akan menjadi panggung utama dalam Piala Dunia 2026 nanti. Dari total 104 pertandingan, 13 di antaranya akan digelar di sana. Laga pembuka sendiri rencananya berlangsung di Mexico City pada 11 Juni, mempertemukan tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan – mengulang sejarah pembukaan Piala Dunia 2010.
Kini, semua mata tertuju pada langkah konkret pemerintah Meksiko. Bukan cuma soal mengamankan stadion, tapi juga menjamin keselamatan wisatawan di setiap sudut kota. Tantangannya nyata, dan waktu terus berjalan mendekati hari-H.
Artikel Terkait
Persebaya Hadapi Malut United dengan Empat Pilar Inti Absen
Cedera Lutut Jadi Tantangan Utama Megawati di Pasar Transfer V-League Korea
PSM Makassar Hadapi Persik di Laga Krusial untuk Hindari Zona Degradasi
Utusan Trump Usulkan Italia Gantikan Iran di Piala Dunia demi Perbaiki Hubungan dengan PM Meloni