Suasana di Lingkungan Gonjak, Lombok Tengah, tiba-tiba ricuh Selasa lalu. Jeritan histeris warga memecah kesunyian, semua mata tertuju ke atap sebuah rumah. Di sana, seorang bocah laki-laki terlihat merayap di atas genteng dengan ketinggian yang cukup mengerikan. Adegan itu pun langsung tersebar dan viral di media sosial.
Menurut sejumlah saksi, seorang wanita diduga sang ibu berusaha membujuk anak itu dari bawah. Suaranya pasti penuh kepanikan. Sementara itu, tetangga yang lain berhamburan, mencari cara untuk menyelamatkan balita tersebut sebelum hal buruk terjadi.
Setelah ditelusuri, bocah pemberani itu adalah Muhammad Riski Noprian. Usianya baru dua tahun. Ia anak dari Eliza, warga setempat.
Eliza masih takjub menceritakan kejadian itu. Semuanya berlangsung cepat, sekitar pukul sepuluh pagi. Ia terkejut bukan main saat mendapati anaknya sudah ada di atas genteng. “Dia naik lewat sini,” katanya, Rabu (22/4), sambil menunjuk kandang ayam di samping rumah. Rupanya, kandang itulah yang jadi ‘tangga’ bagi Riski untuk mencapai atap.
Kepanikan melanda. Eliza mengaku benar-benar bingung harus berbuat apa. Untunglah, nasib baik berpihak. Seorang tukang dari proyek dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang bekerja di dekat situ segera datang membawa tangga.
“Saya panik. Anak saya diturunkan pakai tangga, diambil sama tukang di sana,” ujar Eliza, Kamis (23/4), sambil menunjukkan arah proyek tersebut.
Proses penyelamatannya sendiri nggak singkat. Butuh sekitar satu jam penuh ketegangan. Eliza dan keluarganya terus memohon agar Riski diam di tempat, tidak bergerak-gerak di atas genteng yang licin dan curam itu. Sungguh momen yang mencekam.
Kabarnya sampai ke telinga Bhabinkamtibmas setempat, Aipda Ahmad Samsul Haki. Ia mengaku pertama kali tahu justru dari media sosial. “Awalnya saya mengetahui itu melalui media sosial. Tapi setelah kami mendapat informasi dari kolom komentar adalah warga Gonjak, lalu saya konfirmasi ke Kepala Lingkungan, dan mendapatkan informasi bahwa itu adalah anaknya Eliza,” jelasnya.
Setelah memastikan kebenarannya, pihak kepolisian langsung turun tangan. Mereka mendatangi rumah Eliza untuk memberikan edukasi dan pengarahan. Haki juga mengimbau para orang tua agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan, supaya kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.
Begitulah kisahnya. Sebuah insiden menegangkan yang berakhir dengan rasa syukur. Riski akhirnya berhasil diturunkan dengan selamat, berkat kewaspadaan warga dan bantuan si tukang yang tepat waktu.
Artikel Terkait
Investasi Hilirisasi Tembus Rp147,5 Triliun di Awal 2026, Jadi Bukti Kepercayaan Investor pada Kebijakan Ekonomi Prabowo
Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara, Dapat Upah Rp10 Juta Edarkan Sabu di Rutan Salemba
PLN Ungkap 13 Gardu Induk Bermasalah Sebabkan Mati Listrik di Jakarta, Pasokan Pulih Total
Wamendagri Bima Arya Tanggapi Usulan KPK: Kaderisasi Capres-Cawapres Sudah Disepakati, Tapi Tak Mudah