Jusuf Kalla geram. Mantan Wakil Presiden dua periode itu dengan tegas membantah kabar yang menyebut dirinya mendanai upaya untuk mempersoalkan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Tudingan yang beredar di sejumlah platform digital itu, kata JK, sama sekali tidak berdasar.
"Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar," tegas JK dalam konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Suasana di kediamannya tampak serius. JK tak main-main. Dia bahkan mengumumkan rencana untuk melaporkan tuduhan tersebut ke pihak berwajib, tepatnya ke Bareskrim Polri. Laporan itu rencananya akan disampaikan melalui pengacaranya pada Senin besok.
Intinya, dia ingin meluruskan fakta. Menegaskan bahwa semua tudingan itu adalah fitnah belaka.
Menurut informasi yang beredar, JK dituding menyediakan dana fantastis, mencapai Rp 5 miliar, untuk mendukung pihak-pihak yang menggugat ijazah Jokowi, termasuk Roy Suryo. JK membantahnya habis-habisan. Dia menegaskan, dirinya sama sekali tidak pernah terlibat dalam polemik ijazah itu. Baik dengan Roy Suryo maupun nama lain seperti Rismon Sianipar.
Lalu, dari mana munculnya tuduhan ini? JK mengaitkannya dengan sebuah pertemuan di rumahnya beberapa waktu lalu, di bulan Ramadan. Saat itu, sejumlah akademisi dan profesional memang datang. Namun, pertemuan itu, menurut JK, sama sekali bukan urusan ijazah.
Artikel Terkait
Kejagung Tarik Kajari Karo dan Tim Jaksa Usai Vonis Bebas Amsal Sitepu
Lazio dan Parma Bermain Imbang, Bologna Kalahkan Cremonese di Pekan ke-31 Serie A
Polisi Tangkap Dua Tersangka Pencuri Komodo di Manggarai Timur
Mantan Dirut PPI Ajukan PK ke MA Meski Sudah Dieksekusi ke Lapas