Balita Tewas Ditusuk Belasan Kali di Bekasi, Pelaku Diduga Paman dengan Gangguan Jiwa

- Jumat, 29 Mei 2026 | 05:20 WIB
Balita Tewas Ditusuk Belasan Kali di Bekasi, Pelaku Diduga Paman dengan Gangguan Jiwa

Seorang balita berusia dua tahun ditemukan tewas dengan belasan luka tusuk di tubuhnya, diduga dibunuh oleh pamannya sendiri yang mengalami gangguan jiwa. Peristiwa tragis itu terjadi di kawasan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat, dan pertama kali diketahui oleh nenek korban yang sehari-hari mengasuh kedua anak tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal, mengungkapkan bahwa korban tinggal bersama nenek dan pamannya sejak usianya baru dua minggu. Selama ini, sang neneklah yang merawat dan membesarkan balita tersebut. “Iya, memang sehari-harinya selama ini dititip. Jadi, memang balita ini sudah lama tinggal, jadi semenjak 2 minggu setelah dilahirkan itu, ya memang yang rawat neneknya,” kata Andi, Kamis (28/5/2025).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, nenek korban berinisial M berjualan bahan kue. Ia biasa berangkat sejak pagi dan baru pulang pada malam hari. Pada Rabu (27/5) sekitar pukul 22.00 WIB, M tiba di rumah kontrakannya dan mendapati pintu dalam keadaan terkunci. Setelah mengambil kunci cadangan, ia menemukan pemandangan mengerikan: korban dan pamannya tergeletak bersimbah darah. “M ingin membuka kunci kontrakan, namun saat ingin dibuka pintu terkunci. Setelah memiliki kunci cadangan, ibu M sudah melihat korban anak A dan SG tergeletak dengan korban A yang ususnya sudah terurai dan SG tergeletak yang ingin mencoba bunuh diri, lalu SG dilarikan ke rumah sakit,” jelas Andi.

Saat itu, nenek korban sempat menemukan pisau di dekat tubuh korban. Namun, karena panik dan syok, ia justru mencuci pisau tersebut secara spontan. “Iya, sempat dia (nenek) cuci (pisau) karena syok, refleks, dan spontanitas. Nah, dia langsung mencuci pisaunya,” ujar Andi. Pisau itu sebelumnya ditemukan di dalam kontrakan, tidak jauh dari lokasi korban.

Korban ditemukan bersama pamannya yang berinisial G (18) di dalam kamar kontrakan yang menyatu dengan dapur. Andi menjelaskan bahwa korban mengalami belasan luka tusuk dan luka sayatan di pipi. “(Lukanya) di kepala, wajah, di badan, di selangkangannya juga. Jadi, banyak luka tusukan dan luka iris itu. Pipinya kan juga diiris itu (korban). Diiris itu sampai terbuka mulut pipinya itu. Saya rasa lebih dari sepuluh, ya (lukanya),” jelasnya. Sementara itu, paman korban juga mengalami luka tusuk di dada dan kedua pipinya.

Saat ini, paman korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena kondisinya kritis. Polisi menetapkannya sebagai terduga pelaku pembunuhan, meskipun masih menunggu kondisi kesehatannya membaik untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Lagi masih dalam perawatan di rumah sakit (pamannya). Untuk saat ini masih kita dalami ya, tapi masih terduga. Karena menunggu yang bersangkutan, kan kemarin kondisi kritis juga tuh tadi malam. Kita nunggu dia kondisinya baik dulu. Sudah diberikan juga obat. Insyaallah kita lanjutkan untuk diminta keterangan,” ucap Andi.

Berdasarkan keterangan nenek korban, paman korban diketahui memiliki riwayat gangguan jiwa dan pernah dibawa ke psikiater. Ia pun rutin mengonsumsi obat untuk mengendalikan kondisinya. Namun, dalam dua hari terakhir sebelum kejadian, paman korban tidak minum obat karena sang nenek tidak memiliki uang untuk membelinya. “Iya, berdasarkan hasil penyelidikan kita dan investigasi di lapangan, kita juga mendapatkan informasi dari ibu yang bersangkutan juga. Memang sebelumnya korban tersebut pernah dibawa ke psikiater. Dan memang ada gangguan kejiwaan dan rutin mengonsumsi obat. Namun, 2 hari ini dia tidak konsumsi obat dikarenakan, ya itu tadi, nenek korban tidak ada uang untuk membeli lagi obatnya,” tutup Andi.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar