IHSG Anjlok 1,27%, Dihantam Aksi Jual BREN-DSSA dan Gejolak Global

- Kamis, 23 April 2026 | 12:40 WIB
IHSG Anjlok 1,27%, Dihantam Aksi Jual BREN-DSSA dan Gejolak Global

Pasar saham Indonesia ditutup dengan catatan merah pada sesi pertama Kamis (22/4/2026). IHSG anjlok 95,65 poin, atau sekitar 1,27 persen, ke level 7.544,97. Aksi jual cukup masif terjadi di tengah hari, dengan nilai transaksi yang tercatat mencapai Rp11,2 triliun.

Menurut sejumlah analis, pelemahan ini tak lepas dari beban dua saham yang terus menerus ditekan: Barito Renewables Energy (BREN) dan Dian Swastatika Sentosa (DSSA). Keduanya kembali jadi bulan-bulanan pasar setelah Bursa Efek Indonesia mengubah kriteria untuk saham-saham yang masuk dalam indeks seperti IDX80 dan LQ45. Sentimen negatif langsung menyergap.

BREN terpangkas 8,5 persen ke Rp4.940. Dalam tiga hari saja, saham ini sudah ambles 25 persen. Nasib serupa dialami DSSA, yang melemah 4,4 persen ke Rp2.400. Akumulasinya, penurunannya mencapai 27 persen. Cukup tajam.

Namun begitu, tekanan tak cuma datang dari sana. Seorang analis dari Phintraco Sekuritas menyoroti faktor eksternal yang ikut memberatkan.

"Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, kembali memanas. Ini menciptakan kecemasan di pasar global," ujarnya.

Ia menambahkan, sentimen buruk itu makin menjadi-jadi karena pelemahan rupiah, yang menyentuh level Rp17.305 per dolar AS.

Dari sisi teknikal, sinyalnya juga kurang baik. IHSG disebut telah menembus level support dinamis di 7.500 poin. Indikator seperti MACD dan stochastic RSI pun menunjukkan momentum pelemahan, setelah sebelumnya jenuh beli.

"Dengan kondisi seperti ini, IHSG berpeluang melanjutkan koreksi untuk menguji support berikutnya di 7.425 pada sesi siang nanti," jelas analis tersebut.

Hampir semua sektor berwarna merah, kecuali satu: TRANSPORTASI. Sektor ini justru melonjak 2,77 persen, didorong kenaikan saham maskapai seperti Garuda Indonesia (GIAA) dan AirAsia Indonesia (CMPP).

Di sisi lain, sektor INDUSTRI jadi penyumbang terbesar penurunan, dengan catatan minus 2,42 persen. Saham seperti Astra International (ASII) dan Impack Pratama (IMPC) menjadi penariknya ke bawah.

Deretan saham yang paling terpuruk hingga siang ini cukup panjang. Selain BREN dan DSSA, ada MNC Digital Entertainment (MSIN), Unggul Indah Cahaya (UNIC), dan Daaz Bara Lestari (DAAZ) yang catatannya juga suram.

Tapi di tengah gempuran koreksi, beberapa saham justru bersinar. Top gainers diduduki oleh DMS Propertindo (KOTA) yang melonjak 15,4 persen, disusul Bank SMBC Indonesia (BTPN) dan Energi Mega Persada (ENRG). Mereka adalah sedikit titik terang di pasar yang sedang lesu ini.

Semua mata kini tertuju ke sesi kedua. Akankah IHSG berbalik, atau justru melanjutkan tren penurunannya?

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar