Video pembongkaran sebuah makam di Sidoarjo tiba-tiba membanjiri media sosial. Lokasinya di Pasar Sepanjang, Taman, yang selama ini ramai disebut-sebut sebagai makam seorang wali. Aksi itu, tentu saja, langsung bikin heboh dan menimbulkan keresahan.
Pelakunya berinisial SA. Yang menarik, dia punya alasan yang tak biasa. SA mengaku semua ini berdasarkan wasiat almarhum ayahnya. Bukan niat iseng atau main-main.
"Saya dapat pesan dari almarhum bapak sebelum meninggal," ujar SA.
"Kalau nanti ini ramai dikunjungi, dibongkar saja. Karena ini bukan makam wali," tegasnya.
Nah, di sisi lain, pihak kelurahan tak tinggal diam. Mereka berencana mengumpulkan para tokoh, baik masyarakat maupun agama, untuk duduk bersama membahas masalah pelik ini. Hasil pertemuan nanti bakal jadi patokan untuk langkah selanjutnya apakah makam akan dibangun kembali atau bagaimana.
Status sebenarnya dari makam itu sendiri masih gelap. Pemerintah dan DPRD Sidoarjo minta masyarakat jangan dulu berandai-andai. Tunggu hasil investigasi resmi kelar.
Merespon viralnya kasus ini, anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Muh Zakaria Dimas Pratama, turun langsung ke lokasi. Dia memimpin mediasi yang melibatkan si pembongkar, perangkat kelurahan, polisi, TNI, plus tentu saja para tokoh setempat.
"Ya, kita mediasi saja karena ini sudah viral di medsos," kata Dimas kepada awak media.
Dia mengaku banyak sekali komentar dan pertanyaan yang mengalir ke pemerintah terkait aksi pembongkaran itu.
Untuk sekarang, fokusnya cuma satu: meredam polemik yang sudah mulai panas di masyarakat. Bukan langsung memutuskan salah atau benar. Soal status sakral atau bukannya makam itu, kata Dimas, masih butuh penelusuran yang lebih mendalam. Semuanya masih dalam proses.
Artikel Terkait
Investasi Hilirisasi Tembus Rp147,5 Triliun di Awal 2026, Jadi Bukti Kepercayaan Investor pada Kebijakan Ekonomi Prabowo
Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara, Dapat Upah Rp10 Juta Edarkan Sabu di Rutan Salemba
PLN Ungkap 13 Gardu Induk Bermasalah Sebabkan Mati Listrik di Jakarta, Pasokan Pulih Total
Wamendagri Bima Arya Tanggapi Usulan KPK: Kaderisasi Capres-Cawapres Sudah Disepakati, Tapi Tak Mudah