JAKARTA Menteri Luar Negeri Sugiono akhirnya buka suara soal absennya yang kerap kali dari rapat Komisi I DPR. Alasannya? Jadwal yang bentrok. “Saya kebetulan pas jadwalnya nggak ada di situ,” katanya di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Negara, Rabu (22/4/2026).
Dia bilang, setiap kali berhalangan, komunikasi tetap jalan. “Itu juga sudah saya komunikasikan,” ujarnya singkat. Menurut Sugiono, ketidakhadiran bukan berarti mengabaikan. Justru, ia memastikan selalu memberi kabar ke para legislator di Komisi I.
Tapi, di sisi lain, ada yang kurang sreg. Anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin, sebelumnya melontarkan kritik. Dia menyoroti betapa jarangnya dua menteri strategis Menhan dan Menlu nongol di rapat kerja. “Jujur saja, kami di Komisi I merasa tertutup untuk diskusi,” katanya di Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Menurut Hasanuddin, kondisi ini bikin akses komunikasi antara legislatif dan eksekutif jadi seret. Apalagi kalau urusannya soal persoalan strategis bangsa. “Menhan hampir tidak pernah datang, Menteri Luar Negeri juga tidak. Kalaupun Menhan datang, biasanya diwakilkan,” tambahnya. Nadanya? Ya, agak kesel, kayaknya.
Jadi, di satu sisi ada menteri yang bilang “sudah komunikasi”, di sisi lain ada DPR yang merasa “tertutup”. Entah komunikasi macam apa yang dimaksud mungkin lewat pesan singkat, atau surat resmi? Yang jelas, celah antara dua lembaga ini masih terasa. Dan publik cuma bisa menunggu, apakah rapat-rapat berikutnya akan lebih ramai.
Artikel Terkait
Dokter Gia Pratama: Air Putih Murni Kunci Optimalisasi Kerja Ginjal
Warga Vietnam Dideportasi Usai Praktik Dokter Gigi Ilegal di Ciputat
Shin Tae-yong Makin Santer ke Persija, Dua Pemain Asing Ikut Dikaitkan
Polisi Tangkap Ayah dan Anak yang Diduga Bunuh Pedagang Cilok di Cikupa