FBI Aktifkan Pusat Operasi Gabungan di 16 Kota untuk Amankan Piala Dunia 2026

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:15 WIB
FBI Aktifkan Pusat Operasi Gabungan di 16 Kota untuk Amankan Piala Dunia 2026

Pekan depan, gelaran Piala Dunia 2026 akan dimulai dengan membawa tantangan keamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah turnamen sepak bola. Untuk pertama kalinya, ajang ini diikuti oleh 48 negara dan tersebar di 16 kota yang melintasi tiga negara, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Menghadapi skala raksasa tersebut, aparat keamanan telah menyiapkan sistem pengamanan berlapis untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan.

Salah satu kekhawatiran utama yang menjadi sorotan adalah potensi penyalahgunaan drone. Otoritas keamanan menilai perangkat ini bisa dimanfaatkan untuk mengganggu jalannya pertandingan atau bahkan membahayakan keselamatan publik. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan larangan penerbangan drone di sekitar stadion dan zona suporter selama turnamen berlangsung.

Untuk merespons berbagai risiko yang mungkin muncul, Federal Bureau of Investigation (FBI) akan mengaktifkan pusat operasi gabungan atau Joint Operations Center di setiap kota penyelenggara. Pusat komando ini dirancang untuk mengintegrasikan penegak hukum dari tingkat lokal, negara bagian, hingga federal ke dalam satu sistem koordinasi yang terpadu. Melalui pusat tersebut, petugas akan memantau potensi ancaman secara langsung, baik yang berasal dari media sosial maupun yang terdeteksi di lapangan, secara real time selama pertandingan dan aktivitas suporter berlangsung.

Persiapan keamanan ini telah dirancang sejak dua tahun lalu, tepatnya setelah Piala Dunia 2022 di Qatar usai. FBI mempelajari berbagai skenario ancaman untuk memastikan kesiapan aparat menghadapi turnamen dengan jumlah peserta dan penonton yang jauh lebih besar ketimbang edisi sebelumnya.

Hingga saat ini, aparat menyatakan belum menemukan ancaman spesifik yang dapat mengganggu penyelenggaraan. Meski demikian, tingkat kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat besarnya skala acara dan tingginya mobilitas penonton dari berbagai negara. Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat memperkirakan sekitar tujuh juta orang akan berkunjung ke negara tersebut selama Piala Dunia berlangsung, menjadikannya salah satu acara olahraga dengan pergerakan massa terbesar dalam sejarah.

Di kawasan New York, yang akan menjadi tuan rumah delapan pertandingan termasuk partai final, FBI menegaskan fokus utama mereka adalah menjamin keamanan pemain, ofisial, dan seluruh suporter yang hadir. Agen Khusus FBI New York, Amit Kachhia-Patel, menyatakan bahwa personel akan ditempatkan di pusat operasi gabungan untuk memantau aktivitas di zona penggemar sekaligus mendukung pengamanan di seluruh lokasi pertandingan.

"Di wilayah Kota New York ini, akan ada total delapan pertandingan Piala Dunia termasuk final, jadi kami akan menempatkan personel di Pusat Operasi Gabungan di sini dan memantau aktivitas di zona penggemar, serta menyediakan sumber daya kepada kantor FBI New York kami untuk memastikan bahwa pertandingan-pertandingan ini berlangsung dengan aman," ujarnya dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 6 Juni 2026.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar