Iran Kecam Serangan AS ke Fasilitas Radar di Selatan, Sebut Langgar Gencatan Senjata

- Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:45 WIB
Iran Kecam Serangan AS ke Fasilitas Radar di Selatan, Sebut Langgar Gencatan Senjata

Serangan militer Amerika Serikat terhadap dua fasilitas radar dan pengawasan pesisir di Iran selatan pada Sabtu dini hari langsung menuai kecaman keras dari Pemerintah Iran. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut aksi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati pada 8 April lalu, serta tindakan agresif yang mencederai kedaulatan dan integritas teritorial negara itu.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada hari yang sama, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa fasilitas yang menjadi sasaran serangan, yang berlokasi di wilayah Sirik dan Pulau Qeshm, sejatinya memiliki fungsi vital. Kedua instalasi itu, menurut Teheran, bertugas melindungi perbatasan Iran dan menjamin keamanan jalur pelayaran internasional yang melintasi kawasan strategis tersebut.

Iran menilai serangan Washington itu bukanlah insiden yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian panjang tindakan bermusuhan dan provokatif. Lebih dari itu, Teheran memandang langkah tersebut sebagai bukti nyata pengabaian Amerika Serikat terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menanggapi serangan tersebut, angkatan bersenjata Iran disebut telah mengambil tindakan balasan dalam kerangka hak negara untuk membela diri. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa respons militer itu berhasil menggagalkan tujuan awal dari serangan Amerika Serikat.

“Pelanggaran gencatan senjata yang berulang kali dilakukan Amerika Serikat menunjukkan kurangnya komitmen Washington untuk meredakan ketegangan dan memulihkan stabilitas di kawasan,” demikian bunyi pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Iran.

Teheran juga melontarkan peringatan keras bahwa Amerika Serikat akan menanggung penuh konsekuensi atas tindakannya, serta bertanggung jawab terhadap setiap eskalasi lebih lanjut yang mungkin terjadi. Iran kembali menegaskan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam PBB, dan menyatakan akan menggunakan seluruh cara yang tersedia untuk mempertahankan kedaulatan, keamanan, serta kepentingan nasionalnya.

Di sisi lain, Iran menyerukan kepada negara-negara di kawasan untuk mematuhi prinsip hubungan bertetangga yang baik. Teheran meminta agar tidak ada negara yang mengizinkan wilayah atau fasilitasnya digunakan sebagai panggung untuk merencanakan atau melaksanakan tindakan bermusuhan terhadap Iran.

Tidak hanya itu, Iran juga mendesak Sekretaris Jenderal PBB, Dewan Keamanan PBB, serta badan-badan internasional lainnya untuk segera merespons apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran gencatan senjata yang terus berlanjut dan tindakan ilegal Amerika Serikat. Teheran menekankan pentingnya langkah preventif guna mencegah ancaman lebih lanjut terhadap perdamaian dan keamanan, baik di tingkat regional maupun internasional.

Sementara itu, sebelumnya pada hari Sabtu, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menyerang lokasi radar pengawasan pesisir di Sirik dan Pulau Qeshm. Serangan itu, menurut CENTCOM, dilakukan sebagai respons atas aksi yang menargetkan Selat Hormuz dan sejumlah negara di kawasan Teluk.

Ketegangan semakin meningkat setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut telah menjadi sasaran serangan rudal. Langkah itu disebut sebagai respons langsung atas serangan yang dilancarkan Washington sebelumnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar