Wall Street Menguat Didorong Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

- Rabu, 22 April 2026 | 23:35 WIB
Wall Street Menguat Didorong Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Iran

Wall Street buka sedikit lebih tinggi di awal sesi Rabu (22/4/2026). Sentimen positif ini datang setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu. Kabarnya, langkah ini diambil menyusul permintaan dari mediator Pakistan.

Tapi, jangan dulu berharap situasi langsung tenang. Di lapangan, ketegangan masih terasa. Blokade Angkatan Laut AS di pelabuhan Iran belum dicabut. Sementara itu, Iran merespons dengan menyita dua kapal di Selat Hormuz. Menurut sejumlah saksi, aksi saling sikut ini masih terus berlangsung.

Nah, pasar tampaknya memilih fokus pada kabar baiknya. Dow Jones merangkak naik 343,83 poin (0,72%) ke level 49.504,58. S&P 500 ikut menguat 45,98 poin (0,65%) menjadi 7.109,99. Nasdaq Composite juga naik 185,28 poin atau sekitar 0,76% ke posisi 24.445,24.

Rick Gardner, chief investment officer di RGA Investments, punya pandangan menarik. “Kemungkinan besar kita akan terus mendengar berita negatif, ultimatum, dan tenggat waktu baru,” ujarnya.

Tapi dia menambahkan, “Itu belum tentu akan menggoyang pasar secara signifikan. Soalnya, investor sepertinya sudah mempertimbangkan skenario terburuk dari konflik ini sejak titik terendah di Maret lalu.”

Di sisi lain, ada satu titik panas yang bikin investor was-was: Selat Hormuz. Jalur air sempit ini mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Pembukaannya masih jadi tanda tanya besar, dan itu adalah salah satu poin paling alot dalam negosiasi.

Risiko inflasi akibat lonjakan harga energi pun masih mengintai. Minyak mentah sudah mendekati angka 100 dolar AS per barel. Tak heran, sektor energi jadi salah satu penguat dengan kenaikan 1,2%.

Sentimen juga didongkrak oleh laporan kinerja perusahaan yang cukup solid. Rangkaian laba yang kuat sejauh ini meyakinkan Wall Street bahwa konsumen AS mesin utama ekonomi masih cukup sehat.

Beberapa saham catat performa gemilang. GE Vernova melesat 13,3% setelah menaikkan proyeksi pendapatannya. Boston Scientific, produsen alat medis, naik 8,2% berkat laporan kuartal pertamanya. Boeing, meski rugi, kerugiannya lebih kecil dari perkiraan sehingga sahamnya naik 1,6% dan jadi pendorong Dow.

Tapi, tidak semua cerita manis. United Airlines anjlok 3,7% setelah memproyeksikan laba kuartal kedua dan setahun penuh di bawah ekspektasi. Kenaikan harga bahan bakar jet disebut-sebut menekan margin mereka.

Sektor teknologi informasi jadi penyokong utama Nasdaq dan S&P 500, dengan kenaikan 0,6%. Indeks semikonduktor Philadelphia bahkan mencetak rekor baru dan berpotensi mencatat kenaikan untuk hari ke-16 berturut-turut rekor terpanjang sepanjang sejarahnya.

Ada juga beberapa aksi korporasi yang menarik. Saham Seagate naik 2,2% setelah Barclays meningkatkan ratingnya jadi “overweight”. Adobe melonjak 3,2% usai mengumumkan program buyback saham senilai 25 miliar dolar AS. Robinhood juga ikut naik 2,9% setelah dana venturanya mengucurkan 75 juta dolar AS ke OpenAI, sang pembuat ChatGPT.

Secara luas, suasana pasar terlihat positif. Di Bursa Efek New York, saham yang naik mengalahkan yang turun dengan rasio 3,06 berbanding 1. Di Nasdaq, rasionya 2,63 berbanding 1.

S&P 500 mencatat 26 saham yang mencapai harga tertinggi baru dalam 52 minggu, dan hanya satu yang terendah baru. Sementara Nasdaq Composite punya 79 tertinggi baru dan 26 terendah baru.

Nanti setelah pasar tutup, sorotan akan beralih ke laporan dari Tesla, Texas Instruments, dan Southwest Airlines. Tunggu saja kelanjutannya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar