Mahasiswa dan Masyarakat Kaltim Tuntut Audit Total dan Hentikan KKN di Depan DPRD

- Rabu, 22 April 2026 | 11:25 WIB
Mahasiswa dan Masyarakat Kaltim Tuntut Audit Total dan Hentikan KKN di Depan DPRD

Suasana di depan gedung DPRD Kaltim pagi itu sudah ramai. Massa dari Aliansi Rakyat Kalimantan Timur mulai memadati area sejak Selasa (21/4) dini hari. Aksi 21 April ini benar-benar menunjukkan gelora yang berbeda. Mereka tak cuma datang, tapi langsung bertindak. Beberapa mahasiswa dengan lihai memanjat papan reklame besar, mencopot baliho bergambar para anggota dewan. Itu jadi pembuka aksi yang cukup dramatis.

Sebagai gantinya, mereka membentangkan spanduk buatan sendiri. Isinya jelas: audit total semua kebijakan Pemprov Kaltim, hentikan praktik KKN, dan desakan agar DPRD betul-betul menjalankan fungsi pengawasannya. Tiga tuntutan itu menggema dalam orasi yang membahana.

Namun begitu, aksi tak berhenti di situ. Massa kemudian bergerak. Dengan semangat masih membara, mereka melakukan long march menuju kantor Gubernur. Tujuannya satu: menagih janji langsung dari pihak eksekutif. Mereka ingin suaranya didengar di tempat yang tepat.

Tanggapan dari Sang Gubernur

Gubernur Rudy Mas'ud akhirnya memberi respons. Bukan dengan turun langsung ke lapangan, melainkan lewat video yang diunggah di akun Instagramnya dan akun resmi pemprov. Dalam rekaman itu, Rudy terlihat menyampaikan apresiasi atas aksi yang telah berlangsung.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, TNI, Polri yang menjaga keamanan, situasi kondusif sampai berakhirnya penyampaian aspirasi di Bumi Etam,"

Begitu ucapannya, Rabu (22/4). Ia juga meminta semua elemen tetap menjadi kontrol sosial bagi kinerja pemerintah.

Rudy tampak serius menekankan hal itu. Menurutnya, peran pengawasan dari masyarakat dan mahasiswa sangat dibutuhkan. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mendorong perbaikan. Ia bahkan menyebut masukan dari aksi tersebut punya nilai yang penting.

"Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, seluruh lapisan, bisa selalu menjadi mata-telinga kami di dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,"

Ia menambahkan, masa depan Kaltim juga ditentukan oleh peran generasi muda dalam mengawal kebijakan. Terakhir, dengan nada penuh penghargaan, Rudy menyebut aspirasi yang disampaikan massa itu "sangat berarti dan sangat berkelas."

Pernyataan itu kini masih bergaung, menunggu tindak lanjut yang nyata. Aksi mungkin sudah bubar, tapi tuntutan masih menggantung. Semua kini menunggu, apakah kata-kata itu akan jadi realita atau sekadar gema di ruang maya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar