Suasana di depan gedung DPRD Kaltim pagi itu sudah ramai. Massa dari Aliansi Rakyat Kalimantan Timur mulai memadati area sejak Selasa (21/4) dini hari. Aksi 21 April ini benar-benar menunjukkan gelora yang berbeda. Mereka tak cuma datang, tapi langsung bertindak. Beberapa mahasiswa dengan lihai memanjat papan reklame besar, mencopot baliho bergambar para anggota dewan. Itu jadi pembuka aksi yang cukup dramatis.
Sebagai gantinya, mereka membentangkan spanduk buatan sendiri. Isinya jelas: audit total semua kebijakan Pemprov Kaltim, hentikan praktik KKN, dan desakan agar DPRD betul-betul menjalankan fungsi pengawasannya. Tiga tuntutan itu menggema dalam orasi yang membahana.
Namun begitu, aksi tak berhenti di situ. Massa kemudian bergerak. Dengan semangat masih membara, mereka melakukan long march menuju kantor Gubernur. Tujuannya satu: menagih janji langsung dari pihak eksekutif. Mereka ingin suaranya didengar di tempat yang tepat.
Tanggapan dari Sang Gubernur
Gubernur Rudy Mas'ud akhirnya memberi respons. Bukan dengan turun langsung ke lapangan, melainkan lewat video yang diunggah di akun Instagramnya dan akun resmi pemprov. Dalam rekaman itu, Rudy terlihat menyampaikan apresiasi atas aksi yang telah berlangsung.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, adik-adik mahasiswa, lapisan masyarakat, TNI, Polri yang menjaga keamanan, situasi kondusif sampai berakhirnya penyampaian aspirasi di Bumi Etam,"
Begitu ucapannya, Rabu (22/4). Ia juga meminta semua elemen tetap menjadi kontrol sosial bagi kinerja pemerintah.
Rudy tampak serius menekankan hal itu. Menurutnya, peran pengawasan dari masyarakat dan mahasiswa sangat dibutuhkan. Bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mendorong perbaikan. Ia bahkan menyebut masukan dari aksi tersebut punya nilai yang penting.
"Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, seluruh lapisan, bisa selalu menjadi mata-telinga kami di dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,"
Ia menambahkan, masa depan Kaltim juga ditentukan oleh peran generasi muda dalam mengawal kebijakan. Terakhir, dengan nada penuh penghargaan, Rudy menyebut aspirasi yang disampaikan massa itu "sangat berarti dan sangat berkelas."
Pernyataan itu kini masih bergaung, menunggu tindak lanjut yang nyata. Aksi mungkin sudah bubar, tapi tuntutan masih menggantung. Semua kini menunggu, apakah kata-kata itu akan jadi realita atau sekadar gema di ruang maya.
Artikel Terkait
Mensesneg Bantah Isu Reshuffle Menteri Keuangan dan Gubernur BI, Tekankan Penguatan Koordinasi Ekonomi
Menteri Sekneg Minta Publik Sabar Tunggu Pengumuman Skema Baru Hasil Tambang
Lima Tewas dalam Kecelakaan Maut di Tol Pekanbaru-Dumai, Sopir Diduga Alami Microsleep
Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18.096 per Dolar AS, Daya Beli di Dalam Negeri Tak Sebanding dengan Beban Utang Luar Negeri