BRIN Prediksi Awal Ramadan 2026 Berbeda Akibat Metode Hilal Lokal dan Global

- Kamis, 05 Februari 2026 | 06:10 WIB
BRIN Prediksi Awal Ramadan 2026 Berbeda Akibat Metode Hilal Lokal dan Global

MURIANETWORK.COM - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi akan terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia. Perbedaan ini dipicu oleh penggunaan dua metode penghitungan hilal yang berbeda, yaitu 'hilal lokal' dan 'hilal global'. Berdasarkan kriteria hilal lokal yang digunakan oleh Kementerian Agama dan mayoritas ormas Islam, 1 Ramadan diprediksi akan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

Dua Metode Hilal yang Berbeda

Penjelasan mengenai potensi perbedaan ini disampaikan oleh Prof. Thomas Djamaluddin, Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN. Menurutnya, sumber perdebatan kali ini bukan lagi pada ketinggian hilal, melainkan pada perbedaan konsep dasar yang digunakan.

“Akan ada perbedaan penentuan awal Ramadan 1447. Sumber perbedaan bukan seperti sebelumnya yang terkait posisi hilal, tetapi lebih disebabkan oleh perbedaan 'hilal lokal' dan 'hilal global',” ungkapnya saat dihubungi pada Kamis (5/2/2026).

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar