MURIANETWORK.COM - Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menuai kecaman dari sejumlah negara Arab dan organisasi internasional. Hal ini menyusul pernyataannya yang dianggap mengindikasikan hak Israel atas sebagian besar wilayah Timur Tengah, termasuk Tepi Barat. Pernyataan yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional itu muncul dalam sebuah wawancara dan langsung memicu gelombang protes yang menyerukan kejelasan sikap Washington.
Pemicu Kontroversi dari Wawancara
Gelombang kecaman itu berawal dari sebuah wawancara yang ditayangkan pada Jumat lalu. Dalam dialog dengan komentator konservatif Tucker Carlson, Huckabee ditanya pandangannya mengenai klaim berdasarkan Alkitab bahwa keturunan Abraham berhak atas tanah yang mencakup hampir seluruh Timur Tengah. Pertanyaan ini mengarah pada pembahasan sensitif mengenai klaim teritorial Israel.
Menanggapi hal itu, Huckabee menyatakan, "tidak masalah jika mereka mengambil semuanya."
Namun, ia juga menambahkan catatan bahwa Israel, menurut penilaiannya, tidak sedang berupaya memperluas wilayahnya dan berhak atas keamanan di daerah yang secara sah dikuasainya. Nuansa pernyataan inilah yang kemudian ditafsirkan secara luas dan memantik reaksi keras.
Gelombang Kecaman dari Negara-Negara Arab
Hanya dalam hitungan hari, pernyataan diplomat AS itu telah memicu reaksi formal dari sejumlah ibukota negara Arab dan forum regional. Mesir, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, dan Oman termasuk di antara yang menyuarakan keberatan keras. Organisasi besar seperti Liga Negara-negara Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam juga turut mengutip.
Artikel Terkait
Unpad Buka 3.868 Kursi Jalur Mandiri 2026, Tanpa Kenaikan UKT
Hizbullah Kecam Serangan Israel di Lebanon, Korban Sipil Tembus Ratusan Jiwa
Polisi Segera Panggil Oknum Jaksa Diduga Ancam Satpam Pakai Senjata Api
Prabowo Serukan Optimisme di Peresmian Pabrik Kendaraan Listrik Magelang