Dubes AS untuk Israel Dikecam Negara Arab Usai Pernyataan Soal Klaim Teritorial

- Senin, 23 Februari 2026 | 04:20 WIB
Dubes AS untuk Israel Dikecam Negara Arab Usai Pernyataan Soal Klaim Teritorial

MURIANETWORK.COM - Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, menuai kecaman dari sejumlah negara Arab dan organisasi internasional. Hal ini menyusul pernyataannya yang dianggap mengindikasikan hak Israel atas sebagian besar wilayah Timur Tengah, termasuk Tepi Barat. Pernyataan yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional itu muncul dalam sebuah wawancara dan langsung memicu gelombang protes yang menyerukan kejelasan sikap Washington.

Pemicu Kontroversi dari Wawancara

Gelombang kecaman itu berawal dari sebuah wawancara yang ditayangkan pada Jumat lalu. Dalam dialog dengan komentator konservatif Tucker Carlson, Huckabee ditanya pandangannya mengenai klaim berdasarkan Alkitab bahwa keturunan Abraham berhak atas tanah yang mencakup hampir seluruh Timur Tengah. Pertanyaan ini mengarah pada pembahasan sensitif mengenai klaim teritorial Israel.

Menanggapi hal itu, Huckabee menyatakan, "tidak masalah jika mereka mengambil semuanya."

Namun, ia juga menambahkan catatan bahwa Israel, menurut penilaiannya, tidak sedang berupaya memperluas wilayahnya dan berhak atas keamanan di daerah yang secara sah dikuasainya. Nuansa pernyataan inilah yang kemudian ditafsirkan secara luas dan memantik reaksi keras.

Gelombang Kecaman dari Negara-Negara Arab

Hanya dalam hitungan hari, pernyataan diplomat AS itu telah memicu reaksi formal dari sejumlah ibukota negara Arab dan forum regional. Mesir, Yordania, Arab Saudi, Kuwait, dan Oman termasuk di antara yang menyuarakan keberatan keras. Organisasi besar seperti Liga Negara-negara Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam juga turut mengutip.

Arab Saudi, melalui Kementerian Luar Negerinya, secara tegas menyebut ucapan Huckabee sebagai 'retorika ekstremis' yang 'tidak dapat diterima'. Pemerintah Riyadh bahkan secara resmi meminta Departemen Luar Negeri AS untuk memberikan klarifikasi atas posisi tersebut.

Sementara itu, dari Kairo, Kementerian Luar Negeri Mesir menyampaikan kecaman yang tak kalah tegas. Mereka menilai pernyataan itu sebagai 'pelanggaran terang-terangan' terhadap hukum internasional dan menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki maupun wilayah Arab lainnya.

Kekhawatiran atas Stabilitas Kawasan

Protes yang beruntun ini tidak hanya menyoroti soal legalitas, tetapi juga menyiratkan kekhawatiran mendalam mengenai dampak politik dan keamanan di lapangan. Liga Arab, dalam pernyataannya, secara khusus memperingatkan potensi eskalasi yang bisa ditimbulkan oleh retorika semacam itu.

"Pernyataan semacam ini, ekstremis dan tanpa dasar yang kuat, hanya akan memanaskan suasana serta membangkitkan sentimen keagamaan dan nasional," demikian bunyi pernyataan resmi organisasi tersebut.

Peringatan ini menggarisbawahi kekhawatiran bahwa narasi yang dianggap provokatif dapat merusak iklim yang sudah rentan dan menghambat upaya-upaya diplomatik jangka panjang yang berjalan di belakang layar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada komentar resmi langsung dari pemerintah Israel maupun pemerintah Amerika Serikat sebagai pihak yang menugaskan Huckabee. Keheningan resmi dari kedua pihak ini justru menambah ruang bagi spekulasi dan analisis mengenai implikasi diplomatik dari insiden tersebut terhadap dinamika hubungan di kawasan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar