MURIANETWORK.COM - Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan dua belas pimpinan perusahaan investasi global di Washington DC, Amerika Serikat. Dalam pertemuan yang berlangsung lebih lama dari rencana awal itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa para investor melihat prospek ekonomi Indonesia yang membaik dan menunjukkan ketertarikan untuk menjalin kerja sama.
Diskusi Konstruktif dengan Para Investor Global
Pertemuan yang merupakan bagian dari kunjungan kerja Presiden di Washington DC tersebut dihadiri oleh CEO dan presiden dari sejumlah perusahaan investasi terkemuka. Kolektif, aset yang dikelola oleh para investor ini mencapai angka yang sangat signifikan, sekitar 15 triliun dolar AS. Rencana awal, pertemuan ini hanya akan berjalan selama satu jam. Namun, kenyataannya, diskusi yang dinilai sangat produktif membuat pertemuan berlangsung hampir dua jam lamanya.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, mengonfirmasi hal tersebut. Ia menilai pertemuan itu sangat membuahkan hasil.
"Diskusinya tadi cukup panjang kurang lebih dua jam, dari tadinya hanya diperkirakan sejam karena diskusinya very fruitful, very productive," jelas Rosan.
Paparan Kebijakan dan Komitmen Pemerintah
Di hadapan para investor, Presiden Prabowo secara rinci memaparkan arah kebijakan ekonomi nasional ke depan. Ia juga menjelaskan langkah-langkah konkret pemerintah dalam memperkuat iklim investasi, termasuk komitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi dan kepastian hukum. Paparan ini menjadi dasar bagi dialog yang lebih mendalam.
Setelah sesi pemaparan, pertemuan dilanjutkan dengan pembicaraan secara one-on-one antara Presiden Prabowo dengan masing-masing pimpinan perusahaan. Momen ini dimanfaatkan untuk membahas potensi kerja sama yang lebih spesifik dan menjanjikan bagi kedua belah pihak.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan Pemotongan Gaji Pejabat Masih Wacana, Belum Diputuskan
Bank Indonesia Siap Setor Sisa Surplus Rp40 Triliun ke Pemerintah
Said Didu Klarifikasi Polemik EO Sarang Korupsi: Targetnya Oknum Pejabat, Bukan Pelaku Profesional
SKK Migas Targetkan Dua Pabrik LPG Baru Beroperasi April Ini