MURIANETWORK.COM - Banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta hingga Jumat (20/2/2026) malam belum sepenuhnya surut. Data terbaru menunjukkan puluhan Rukun Tetangga (RT) masih terendam air dengan ketinggian bervariasi, sementara ratusan warga terpaksa mengungsi. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi curah hujan tinggi dan luapan sejumlah sungai di Ibu Kota.
Peta Genangan Per Wilayah
Hingga pukul 22.00 WIB, pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat setidaknya 80 RT masih tergenang air. Genangan tersebar di tiga wilayah administratif dengan karakteristik dan penyebab yang sedikit berbeda.
Jakarta Barat menjadi wilayah dengan titik genangan terbanyak kedua, yaitu di 27 RT. Ketinggian air di lokasi-lokasi tersebut berkisar antara 30 hingga 80 sentimeter, terutama akibat luapan Kali Angke yang diperparah oleh hujan.
Sementara itu, di Jakarta Selatan, sebanyak 8 RT masih terendam dengan kedalaman serupa. Genangan di wilayah ini tidak hanya disebabkan oleh hujan, tetapi juga oleh luapan Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan.
Wilayah terdampak paling luas adalah Jakarta Timur, di mana 45 RT masih dilaporkan tergenang. Yang mengkhawatirkan, ketinggian air di beberapa titik di wilayah ini tercatat paling dalam, mencapai 40 hingga 150 sentimeter, imbas dari luapan Kali Ciliwung dan intensitas hujan yang tinggi.
Artikel Terkait
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia
Pertamina Siapkan Strategi Lima Pilar Hadapi Gejolak Energi Global 2026
Bank Dunia Soroti Ketahanan Ekonomi Indonesia di Tengah Gejolak Global
Ginandjar Kartasasmita: Kunci Pulihkan Rupiah Bukan Cetak Uang, Tapi Kepercayaan