MURIANETWORK.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk hari ini, Minggu (22 Februari 2026). Sejumlah wilayah di Tanah Air berpotensi diguyur hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat, sehingga masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak yang mungkin timbul, seperti banjir dan genangan.
Wilayah dengan Potensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Prakirawan BMKG Medayu Bestari menyoroti beberapa provinsi yang perlu mendapat perhatian khusus. Berdasarkan analisis terkini, wilayah-wilayah tersebut perlu bersiap menghadapi kemungkinan curah hujan yang tinggi.
"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Tengah dan Papua Pegunungan," jelasnya.
Prakiraan Cuaca untuk Wilayah Lainnya
Selain wilayah dengan status waspada tinggi, BMKG juga memetakan potensi hujan dengan variasi intensitas di daerah lainnya. Hujan sedang yang dapat disertai petir berpeluang terjadi di beberapa titik, seperti Palembang, Jakarta, Tanjung Selor, dan Merauke. Sementara itu, hujan lebat diprakirakan mengguyur wilayah Nabire di Papua Tengah.
Untuk intensitas yang lebih ringan, hujan sedang berpeluang turun di Bengkulu, Serang, Denpasar, dan Mamuju. Adapun hujan ringan diperkirakan akan terjadi di sejumlah kota besar, termasuk Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, serta sebagian wilayah Papua dan Sumatra.
Kondisi Udara dan Imbauan Penting BMKG
Tidak hanya hujan, BMKG mencatat potensi kondisi berawan tebal di Aceh, Medan, Pekanbaru, Manado, Gorontalo, dan Palu. Masyarakat di Banjarmasin dan Samarinda juga diminta memperhatikan kemungkinan udara kabur akibat asap atau kabut.
Menyikapi prakiraan ini, BMKG secara khusus mengingatkan agar publik tetap siaga terhadap cuaca ekstrem yang mungkin datang disertai angin kencang dan petir. Lembaga itu menekankan pentingnya memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui kanal-kanal resminya.
Peringatan ini bukan tanpa alasan. Hujan dengan intensitas tinggi berpotensi memicu genangan, banjir, bahkan mengganggu aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, langkah antisipasi dini, terutama bagi yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi, sangat disarankan untuk meminimalisir risiko.
Artikel Terkait
PBNU Beri Panduan: Niat Puasa Ramadan Boleh Dilakukan di Pagi Hari
Anggota DPRD DKI Imbau Warga Laporkan Pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok Lewat Aplikasi JAKI
Ketua MKMK Dilaporkan ke Lembaganya Sendiri, Tegaskan Prosedur Tetap Berjalan
WNA Rusak Peralatan Musala di Gili Trawangan Usai Terganggu Suara Tadarus