PSM Makassar Tersendat Lagi, Ditahan Imbang Semen Padang di Kandang Sendiri

- Senin, 02 Februari 2026 | 22:00 WIB
PSM Makassar Tersendat Lagi, Ditahan Imbang Semen Padang di Kandang Sendiri

MAKASSAR Lagi-lagi, PSM Makassar pulang dengan tangan hampa. Di hadapan pendukungnya sendiri, Juku Eja cuma bisa meraih satu poin usai ditahan imbang Semen Padang tanpa gol. Padahal, lawannya itu adalah tim yang sedang tercecer di dasar klasemen. Hasil ini, sungguh menyakitkan, sekaligus memperpanjang catatan buruk: tujuh laga beruntun tanpa kemenangan di Super League.

Pertandingan di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Senin malam itu, berjalan alot. Dari peluit awal, PSM langsung mengambil kendali bola. Tapi, ya itu tadi, penguasaan bola tak berarti banyak. Pertahanan Semen Padang rapat sekali, seperti benteng. Setiap serangan PSM mentok di sana, bikin frustrasi.

Babak pertama berakhir dengan situasi yang cukup membosankan. PSM dominan, tapi nol peluang jelas. Semen Padang? Mereka puas bertahan dan sesekali mengintai lewat serangan balik.

Memasuki babak kedua, ada sedikit geliat. Justru Semen Padang yang lebih dulu mengancam. Guillermo Fernandez melepaskan tendangan keras di menit ke-49, masih bisa ditepis kiper Reza Arya Pratama. Dua menit berselang, Samuel Simanjuntak mencoba dari jarak jauh, sayangnya melambung jauh di atas mistar.

PSM sempat dapat angin. Di menit ke-60, Dzaky Asraf melesat cepat dalam serangan balik. Aksi terobosannya terpaksa dihentikan dengan pelanggaran kasar yang berbuah kartu kuning untuk pemain Semen Padang.

Namun begitu, momentum itu tak bertahan lama. Setelah insiden itu, permainan kembali berjalan tersendat-sendat. Banyak umpan yang salah, alur jadi kacau. PSM tampak bingung mencari celah, sementara Semen Padang bermain sangat pragmatis.

Melihat situasi tak kunjung membaik, pelatih PSM akhirnya bertindak. Luka Cumic dimasukkan pada menit ke-75, menggantikan Dzaky Asraf. Harapannya jelas: penyerang anyar ini bisa memberi kejutan. Tapi harapan tinggal harapan. Hingga peluit panjang berbunyi, skor tak bergeser dari 0-0.

Bahkan, Semen Padang hampir saja jadi pahlawan di menit ke-80. Sundulan Fernandez nyaris membobol gawang, melayang tipis di sisi jala. Suasana stadion mendadak hening sejenak.

Begitu laga usai, skor kacamata itu pun tak berubah. Hasil ini menempatkan PSM di peringkat 13 dengan 20 poin. Di sisi lain, satu poin berharga membawa Semen Padang naik ke posisi 16 dengan 12 poin, meski masih terperosok di zona merah.

Bagi PSM, hasil imbang ini lebih dari sekadar angka. Ini alarm. Enam laga tanpa kemenangan menunjukkan ada yang tak beres, terutama di lini depan. Masalah produktivitas masih jadi momok yang belum terpecahkan. Sementara bagi Semen Padang, poin di markas PSM ini ibarat oksigen. Napas mereka untuk bertahan di kompetisi masih ada.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar