Pertaruhan besar akan tersaji di Allianz Arena dini hari nanti ketika Bayern Munchen menjamu Paris Saint-Germain pada leg kedua semifinal Liga Champions, dengan tiket menuju partai puncak menjadi taruhan utama. Duel ini diyakini bakal berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama memiliki lini serang yang mematikan, sebagaimana terbukti dari sembilan gol yang tercipta pada pertemuan pertama di Paris pekan lalu.
Bayern, yang mengincar final pertama sejak musim 2020, harus membalikkan keadaan setelah kalah 4-5 di leg pertama. Tim besutan Vincent Kompany membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal dua gol untuk bisa melaju tanpa perlu babak tambahan. Dengan daya gedor yang konsisten sepanjang musim, klub raksasa Jerman itu optimistis mampu menembus pertahanan lawan di hadapan pendukung sendiri.
“Kami membutuhkan stadion untuk memberikan dampak. Ini adalah tempat legendaris, tempat klub ini telah meraih begitu banyak hal hebat. Kami tidak bisa mengharapkan yang lebih baik,” ujar Kompany dalam pernyataan resmi yang dikutip dari situs UEFA.
Harry Kane, striker andalan Bayern yang telah mengoleksi 13 gol di Liga Champions musim ini, menegaskan bahwa laga nanti akan ditentukan oleh detail-detail kecil. Ia menekankan pentingnya memaksimalkan setiap momentum yang tercipta di lapangan.
“Ini akan tergantung pada siapa yang mampu memanfaatkan momennya. Dengan bermain di kandang sendiri dan dukungan penonton, kami berharap itu bisa membawa kami meraih kemenangan,” kata Kane.
Secara historis, Bayern unggul dalam catatan pertemuan melawan PSG di kompetisi ini dengan sembilan kemenangan dari 16 laga. Namun, torehan tersebut tidak serta-merta menjamin kelolosan. Tim tamu datang dengan keunggulan tipis dan tekad kuat untuk tidak sekadar bertahan.
Pelatih PSG, Luis Enrique, menegaskan bahwa timnya tidak datang ke Jerman hanya untuk mengamankan keunggulan. “Bayern Munich akan hadir dengan para pendukung mereka. Kami akan menunjukkan mentalitas yang sama. Kami akan menang,” tegasnya.
Pernyataan serupa disampaikan oleh penyerang sayap Ousmane Dembélé. “Kami tidak akan mengubah filosofi kami. Kami ingin menyerang dan begitu juga mereka, jadi saya pikir pertandingan hebat akan segera terjadi,” ujarnya.
Kapten PSG, Marquinhos, memprediksi laga ini akan menjadi pertunjukan spektakuler lainnya. “Pertandingan akan sama pertandingan gila antara dua tim yang ingin menang dan mencetak gol. Kita perlu mentalitas yang sama, kepribadian yang sama, sehingga kita dapat melakukan pekerjaan yang luar biasa,” katanya.
PSG, yang hanya membutuhkan hasil imbang untuk melaju, tetap akan mengandalkan duet Dembélé dan Khvicha Kvaratskhelia. Pemain asal Georgia itu telah mencetak sepuluh gol musim ini dan terus menunjukkan peningkatan performa yang signifikan.
Dari sisi kebugaran, Bayern tidak memiliki masalah cedera baru yang berarti. Lennart Karl, sensasi remaja yang sempat mengalami cedera otot paha, telah pulih. Klub hanya akan kehilangan Serge Gnabry dan Raphael Guerreiro. Dengan kondisi tersebut, Kompany diperkirakan akan kembali menurunkan susunan pemain terbaiknya, termasuk Michael Olise dan Luis Diaz yang akan mendukung Harry Kane setelah dicadangkan saat melawan Heidenheim akhir pekan lalu.
Sebaliknya, PSG justru mendapat pukulan telat. Achraf Hakimi, bek sayap andalan, mengalami cedera hamstring dalam laga leg pertama dan dipastikan absen selama beberapa pekan. Tanpa pemain asal Maroko itu, Warren Zaire-Emery kemungkinan akan diplot sebagai bek sayap, sementara Fabian Ruiz kembali bergabung dengan duet Portugal, Vitinha dan Joao Neves, di lini tengah.
Artikel Terkait
David da Silva Cetak Rekor Top Skor Tertua Liga 1 di Usia 36 Tahun
Persaingan Tiga Klub Besar Memanas: Victor Dethan Dikabarkan Sepakat dengan Persija, Persebaya Buru Eksodus Pemain PSM
Persija vs Persib Berpotensi Pindah ke Stadion Segiri Samarinda karena Izin Venue di Jakarta Mandek
Persib Bandung Tampil dengan Kekuatan Penuh Hadapi Persija Usai Taklukkan PSIM 1-0